Pertemuan Bilateral Menteri Keuangan RI dengan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Perindustrian Perancis

oleh System User, diterbitkan pada 2011-03-01 00:00:00
Berita Utama


Jakarta - Senin (28/02/2011) Bertempat di Aula Mezzanine Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan Indonesia mengadakan pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Industri Perancis, Christine Lagardeuntuk membahas strategi isu yang berkaitan dengan G20. Pertemuan yang dilaksanakan tanggal 25 Februari 2011 ini membicarakan beberapa topik penting, antara lain kerangka kerja G20 tentang pertumbuhan yang tinggi, berkelanjutan serta seimbang, reformasi sistem keuangan internasional yang meliputi pengelolaan arus modal global dan likuiditas, dan tantangan pembangunan meliputi ketahanan pangan, infrastruktur, dan financial inclusion. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia,Darmin Nasution dan Sherpa Indonesia di G20.

Dalam sambutannya, Christine Lagardemengatakan bahwa beliau sangat mendukung usulan Indonesia yang ingin memperkuat peran G20 dalam membangun isu dan cara untuk meningkatkan hubungan forum regional, seperti ASEAN ataupun G20. Perancis juga berkomitmen untuk melakukan respon yang konsisten guna pencapaian pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan konsisten. Perancis mendorong terciptanya diskusi global untuk memperkuat sistem keuangan internatioanal dengan kerjasama antara forum multilateral. Indonesia dan Perancis sepakat akan memberikan perhatian lebih kepada ketahan pangan global, termasuk konsekuensi dari volatilitas harga komoditas yang tinggi.

“Sekarang di Indonesia kurang lebih terdapat 100 perusahaan Perancis di Indonesia yang mempunyai performance baik dan cukup aktif seperti Carrefour, Astra, termasuk AXA insurance,” pernyataan Menteri menjawab pertanyaan terkait dengan investment Perancis di Indonesia.

“Investor Perancis yang hadir pun ada di industri dirgantara, telekomunikasi, energi, logistik, dan pengelolaan infrastruktur yang nantinya dapat kita kembangkan ke depannya. Eramex yang melakukan investasi di Maluku Utara bekerjasama dengan Mitsubishi danPT.Antam (PT. Aneka Tambang), yang kita harapkan nanti akan melakukan processing nikel,” demikian tambahan penjelasan dari Menteri Keuangan.

Mahendra selaku perwakilan dari Kementerian Perdagangan menambahkan bahwa yang penting dari kunjungan ini adalah dukungan ataupun sambutan positif dari menteri Perancis mengenai rencana strategis Indonesia untuk tidak lagi mengekspor semata-mata bahan mentah, bahan baku dan energi yang belum diolah. Tetapi, kita melakukan processing penambahan nilai dari dalam negeri. “Keinginan ini disambut baik oleh Mrs. Christine dan diberi kesempatan kerjasama lebih luas antara kedua belah pihak,” tegas Mahendra.

Nantinya, Indonesia akan membantu pelaksanaan mengenai persoalan-persoalan terkait dengan standartisasi, akses pasar di Eropa dan juga hal-hal yang berurusan dengan kebijakan yang dapat ditafsirkan sebagai technical pairing two-three untuk dapat diatasi bersama. Kerjasama akan menyesuaikan dengan konteks standart yang dilakukan oleh eksportir Indonesia sehingga betul-betul sesuai dengan keinginan Indonesia serta dukungan dari Perancis, hal tersebut merupakanstrategic issue yang penting untuk di tindak lanjuti (Humas Itjen 2011)



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN