Keynote Speech Menteri Keuangan dalam Pencanangan Itjen Menuju Level 4 IACM

oleh Nurul Vita Dewi Saras, diterbitkan pada 2016-10-04 02:42:33
Berita Utama Liputan Utama




Jakarta, 30 September 2016 – Peringatan Dirgahayu Inspektorat Jenderal ke-50 mencapai puncaknya pada tanggal 30 September 2016 lalu dengan menggelar acara Penguatan Reformasi Pengawasan Inspektorat Jenderal 2016 yang bertajuk “Kerja Nyata Untuk Memberikan Solusi Strategis Bagi Kementerian Keuangan.” Rangkaian acara Penguatan Reformasi Pengawasan Inspektorat Jenderal 2016 ini terdiri dari diskusi panel, pencanangan Inspektorat Jenderal menuju level 4 IACM, dan seminar motivasi. Dihadiri oleh Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia, beliau memberikan keynote speech selepas acara diskusi panel yang digelar Jumat pagi yang dilanjutkan dengan pencanangan Inspektorat Jenderal menuju level 4 IACM.

Sri Mulyani Indrawati, sebagai Menteri Keuangan saat ini, berharap di usia yang ke-50 Inspektorat Jenderal dapat meningkatkan kemampuan dan memberikan assurance bagi pelaksanaan tugas di Kementerian Keuangan. Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Kemenkeu menjalankan tugas sebagai Bendahara Umum Negara dan sebagai pengelola fiskal atau sebagai Chief Financial Officer (CFO) , namun disaat yang sama juga turut mengelola keuangan negara atau sebagai Chief Operating Officer (COO), termasuk di dalamnya mengelola kekayaan negara yang sangat penting bagi Republik Indonesia. Peranan Kementerian Keuangan sebagai CFO tentu menuntut suatu kapasitas atau skill, tidak hanya di dalam memobilisasi sumber-sumber daya yang memang dimandatkan utk dikumpulkan, namun juga menggunakan sumber-sumber daya tersebut untuk tujuan yang sesuai dengan cita-cita negara ini. Untuk itu peranan Inspektorat Jenderal menjadi penting, karena tidak hanya sekedar secara rutin mengumpulkan dan membelanjakan uang, tapi juga menjamin apakah kegiatan dan fungsi itu bisa benar-benar bisa mencapai tujuan nasional.




Menteri Keuangan menggarisbawahi peranan Itjen di Kementerian Keuangan tidak hanya sekedar memberikan assurance tugas dan fungsi Kemenkeu tetapi juga efektivitas dan kemampuan untuk mencapai kinerja yang baik. Itjen juga diharapkan menjadi teladan bagi Itjen di Kementerian/Lembaga (K/L) lain maupun di Pemerintah Daerah. Menteri Keuangan kemudian berpesan Inspektorat Jenderal perlu menjaga dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan negara dan memobilisir seluruh kapasitas Kemenkeu. Untuk itu peranan Inspektorat Jenderal menjadi sangat penting di dalam mengawasi apakah fungsi-fungsi Kemenkeu berjalan sesuai yang diinginkan, dan integritas –baik pada sistem maupun dari para pengelola atau jajaran yang melaksanakan tugas dan fungsinya – dapat dirasakan secara optimal. Di sisi lain, Kementerian Keuangan juga mengelola belanja negara yang tahun 2017 akan mencapai Rp2070,5 T. Belanja ini tentu akan diharapkan mampu mencapai tujuan atau dampak jenis-jenis belanjanya. Ini adalah suatu tantangan yg tidak mudah. Pertanyaannya, apakah dengan volume belanja yang meningkat cukup besar, efektivitas dari belanja tersebut benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat? Apakah kondisi sosial, ekonomi, keamanan di dalam negeri betul-betul bisa mencerminkan nilai belanja yang semakin besar? Sri Mulyani Indrawati beranggapan dalam desain APBN diperlukan peningkatan kemampuan dalam membelanjakan anggaran dengan komposisi yang tepat, serta melaksanakan kegiatan belanja dengan seefisien dan seefektif mungkin. Oleh karena itu, peranan dari pengawasan menjadi sangat penting.




Menteri Keuangan menyampaikan bagaimana waktu itu upaya Kemenkeu dalam meningkatkan trust dari masyarakat. Saya sangat ingat pembahasan kami waktu itu, bagaimana kita memulai reformasi. How the trust can be built again, atau bagaimana regain the trust. Itu adalah salah satu yang memotivasi kita untuk membangun kembali kepercayaan itu. Pertanyaannya adalah where we should start, it should start from within. Kalau kita memulai dari dalam, bagaimana kita akan mengorganisir Kementerian ini sedemikian rupa sehingga dia tetap menjalankan fungsinya sambil membangun kapasitas kompetensinya dan mampu melakukan koreksi bahkan melakukan shock therapy yang kredibel tanpa melakukan demoralisasi seluruh stafnya. Jadi bagaimana agar seluruh jajaran Kementerian Keuangan merasakan ada upaya sistematis, terorganisir, sungguh-sungguh, konsisten, untuk memperbaiki kapasitas, kompetensi, reputasi, profesionalisme, dan integritas tanpa harus menyabotase seluruh sistem, tanpa harus ada shock therapy yang melumpuhkan. Tapi kalau kita melakukan tindakan koreksi secara sembrono, tidak profesional, imparsial, bahkan sifatnya menunjukkan adanya office politic, maka seluruh tujuan untuk menciptakan kredibilitas dan integritas itu akan hancur. Oleh karena itu, peranan Itjen menjadi sangat-sangat penting karena Inspektorat Jenderal adalah bagian dari pertaruhan pertama jika suatu sistem ingin bereformasi. Inspektorat Jenderal perlu didukung oleh sistem yang berintegritas, didukung dengan metodologi yang punya integritas, dan dijalankan dengan konsisten, serta pemimpinnya juga menunjukkan pemihakan yang jelas, dengan begitu kredibilitas akan sedikit demi sedikit terbangun. Di sini peran pemimpin menjadi sangat penting. Oleh karena itu, Inspektur Jenderal menjadi sangat penting karena menjadi simbol.




Saya akan sangat-sangat bangga kalau saya bisa menjelaskan ke seluruh Kementerian/Lembaga dan (Pemerintah,-red) Daerah bahwa Kemenkeu memiliki Inspektorat Jenderal yang kredibel dan efektif. Dan oleh karena itu, kita ingin mendapatkan seluruh rekrutmen dari orang-orang yang ingin masuk Inspektorat Jenderal karena idealisme mereka, yang masuk dengan suatu perasaan bahwa saya adalah bagian dari sistem yang luar biasa penting untuk menjaga kehormatan, integritas, dan kepercayaan dari instansi Kementerian Keuangan.” “Do you know what is the price for your integrity and dignity? Berapa nilai integrity dan dignity Anda? Priceless. Priceless bukan berarti nol, tapi tak terhingga, begitu tingginya, yang artinya Anda tidak bisa dibeli, tidak bisa dinominalkan. Dan saya ingin Inspektorat Jenderal merupakan kelompok orang yang bisa menunjukkan that your dignity, your integrity, is much much much more valuable dari nilai aset negara yang harus kita kelola, karena dia tidak dijualbelikan. Dia tidak dijualbelikan makanya tidak ada harga pasarnya. There is no market for that. Tidak ada trading-nya. Dan itulah yang membuat nilai Kementerian Keuangan menjadi luar biasa tinggi. Sebuah force yang sangat militan dari sisi nilai-nilai menyebabkan institusi ini menjadi sangat tinggi dan dihormati karena kita adalah Bendahara Umum Negara. Oleh karena itu saya ingin Itjen membangun kompetensi, pendidikan, skill-nya, membangun sistem, memperbaiki kemampuan untuk mampu memahami dinamika dari APBN kita. Kita juga mencanangkan value dari Kementerian Keuangan agar Kemenkeu menjadi Kementerian yang output-oriented, accountable, dan mampu membuat terobosan. Kalau kita membuat terobosan tidak berarti kita sembrono. Di sini letaknya Itjen harus mampu memahami tanpa dia harus kompromi dari sisi integrity. Its so different. Anda memahami tujuan, Anda memahami aktivitas tapi Anda tidak kompromi dari sisi integrity. Saya membutuhkan orang-orang yang sama kemampuan dan kompetensinya untuk membaca, menganalisa, sehingga Anda mampu memahami arah kebijakan fiskal, penggunaan aset negara, penerimaan negara, tanpa Anda kemudian menjadi compromise. Itu yang benar-benar saya harapkan dari Inspektorat Jenderal.




Sri Mulyani Indrawati mengetahui bahwa saat ini Itjen Kemenkeu juga memiliki tugas untuk mengkoordinasikan APIP di seluruh Indonesia melalui AAIPI. Menurutnya, fungsi ini menjadi luar biasa penting. Sebagai koordinator, Inspektorat Jenderal harus mampu menjadi pemimpin, menjadi inspirator, menjadi contoh, dan di sinilah beban moral Inspektorat Jenderal lebih besar daripada Itjen K/L lain. You have to set your standard high enough. Ini yang saya sebut sebagai beban moral yang luar biasa tinggi. Saya ingin dalam hal ini kapabilitas internal audit ditingkatkan. Saya yakin itu usaha yang sangat keras dan perlu untuk mendukung. Kalau anda mengundang saya hari ini untuk menanyakan apakah Ibu Menteri mendukung, saya dukung. Dan kalau saya ngomong mendukung I really mean it. Anda jangan terbutakan dulu. Kalau saya mendukung saya akan minta banyak banget. I’m gonna be very demanding and I really mean it.

Terakhir dalam keynote speechnya, Menteri Keuangan menyampaikan doa dan dukungannya terhadap upaya Itjen dalam mencapai IACM level 4, Semoga perbaikan dari seluruh jajaran di Itjen selalu mendapatkan kemudahan dari Allah SWT sehingga bisa tercapai tujuan kita untuk membangun institusi yang kuat, kredibel, sehat, dan memiliki integritas yang bisa dibanggakan tidak hanya oleh kita sendiri tapi oleh rakyat Indonesia.” Kemudian Menteri Keuangan bersama Inspektur Jenderal dan Sekretaris Jenderal membunyikan sirine sebagai simbol pencanangan Inspektorat Jenderal untuk menuju IACM level 4.

Transkrip Keynote Speech oleh Indri Yuli Pratiwi. Artikel oleh Nurul Vita Dewi Saras.

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN