"Inisiatif Strategis Harus Benar-Benar Kita Kawal"

oleh Aisha Alsakina, diterbitkan pada 2017-02-13 02:44:38
Berita Utama Liputan Utama




Jakarta, 8 Februari 2017 - Bertempat di Ruang Rapat Inspektorat Jenderal Lantai 12 Gedung Djuanda II, Bagian Organisasi dan Analisis Hasil Pengawasan mengadakan workshop dengan tema “Peran Inspektorat Jenderal dalam Mengawal Implementasi Inisiatif Strategis (IS) Program Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan (RBTK) Kementerian Keuangan”. Narasumber pada workshop kali ini yaitu Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi (OBTI) Susiwijono selaku Ketua Pelaksana Harian Central Transformation Office (CTO). Turut hadir diantaranya Inspektur Jenderal Sumiyati, Chief Change Management Organization II Wempi Saputra, Sekretaris Inspektorat Jenderal, para Inspektur, Auditor Utama, Kepala Bagian, Kepala Subbagian dan undangan lainnya.




Dalam workshop kali ini, dipaparkan beberapa poin penting, di antaranya yaitu Perjalanan Program RBTK Kementerian Keuangan, Conceptual Framework, Penyusunan Inisiatif Strategis RBTK, Inisiatif Baru Program RBTK, Ringkasan Inisiatif Strategis RBTK, dan Peran Inspektorat Jenderal dalam Implementasi Program RBTK.

Workshop dibuka dengan sambutan oleh Inspektur Jenderal, Sumiyati. “Inisiatif Strategis harus benar-benar kita kawal karena Inisiatif Strategis tersebut diharapkan dapat menghasilkan suatu outcome yang sangat strategic bagi Kemenkeu dan benar-benar diharapkan dapat me-leverage kinerja kita secara nasional”, ungkapnya.




Beliau juga berharap seluruh jajaran Inspektorat Jenderal siap mengawal kegiatan ini dan dapat bersinergi agar apa yang Inspektorat Jenderal hasilkan dan berikan merupakan sesuatu yang mitra harapkan sebagai solusi terbaik. Menteri Keuangan juga telah berpesan agar Itjen bangkit sebagai tangan kanan Menteri Keuangan dan menjadi aparat pengawasan kebanggaaan di Republik Indonesia serta mampu bekerja secara profesional dan independen agar dapat menjadi mitra dan sahabat yang baik, serta tidak terkooptasi.

Setelah sambutan Inspektur Jenderal Sumiyati, selanjutnya Ketua Pelaksana Harian CTO, Susiwijono, memberikan sambutan dan pemaparan materi.


“Akhirnya disepakati bahwa perjalanan panjang IS RBTK kita ada 20 inisiatif strategis dan khusus Itjen diminta mengawal terutama di dalam menjamin kualitas pelaksanaannya, memberikan quality assurance di semua IS RBTK”.




Inisiatif Strategis Kementerian Keuangan sebelumnya menggunakan 87 inisiatif serta 9 Arah Kebijakan Transformasi Organisasi sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 36/KMK.01/2014 mengenai Cetak Biru Program Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan Tahun 2014-2025. Kemudian setelah dilakukan diskusi dengan Menteri Keuangan, akhirnya diputuskan bahwa Transformasi Organisasi bukan prioritas. Hal tersebut hanya merupakan implikasi jika terdapat kebijakan yang mengharuskan pengubahan struktur. Kemudian pertemuan diadakan untuk menetapkan 20 IS baru RBTK dan dilakukan validasi kembali beberapa Transformasi Organisasi yang ada sekaligus bagaimana tata kelolanya.

Pembuatan IS baru ini mengharuskan tercapainya tiga kriteria, yaitu:

1.  Berdampak langsung dengan tiga Strategis Outcomes (pendapatan negara yang optimal, belanja negara yang efisien, dan keuangan negara yang akuntabel);

2. Merupakan terobosan nasional dan perlu perhatian khusus Menteri Keuangan; serta

3.  Adanya sinergi antar Unit Eselon I.





20 Inisiatif baru ini terklasifikasi ke dalam empat kelompok tema, yaitu Tema Sentral, Tema Penerimaan, Tema Perbendaharaan, Tema Penganggaran. Khusus tema nomor satu yaitu Penguatan Budaya kemenkeu, disepakati bahwa tema ini akan menjadi jiwa dari seluruh 20 IS RBTK dan yang nanti akan menjadi program utama. Juga sedang dirancang Instruksi Menteri Keuangan khusus mengenai penguatan program budaya di lingkungan Kementerian Keuangan dan juga terdapat rencana gerakan efesiensi birokrasi untuk meminimalisasi pengeluaran atau biaya yang dianggap pemborosan di Kementerian Keuangan.


Selain itu, Susiwijono juga menyinggung mengenai program “Kemenkeu leaders factory” yang sedang dalam perencanaan. Program ini diadakan dengan tujuan agar Kementerian Keuangan menjadi pencetak leader yang dapat diekspor ke Kementerian/Lembaga lain dalam posisi yang lebih tinggi dan diharapkan dapat menularkan semangat-semangat reformasi.