Knowledge Sharing: Achieving Outstanding Performance dan Leadership Best Practices

oleh Kurnia Fitri Anidya, diterbitkan pada 2017-02-24 00:36:23
Berita Utama Liputan Utama Liputan Khusus Galeri Tanpa Kategori Menu


Jakarta, 23 Februari 2017 – Knowledge Sharing: Achieving Outstanding Performance dan Leadership Best Practices bertempat di Aula Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, dengan narasumber Sekretaris Inspektorat Jenderal Sofandi Arifin dan Kepala KPU Bea Cukai Tipe C Soekarno-Hatta Erwin Situmorang. Acara diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) bersama Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Acara ini merupakan penyampaian pengetahuan (knowledge sharing) tentang materi yang diperoleh oleh narasumber saat mengikuti Executive Training.


 
  

Sesi pertama diisi oleh Sofandi Arifin yang sebelumnya telah mengikuti Executive Training tanggal 5-9 September 2016 di Kampus Eropa INSEAD yang berada di kota Fontainebleau, Perancis. Pada kesempatan ini Sofandi berkenan memaparkan materi dengan tema Achieving Outstanding Performance. Untuk mencapai kinerja yang luar biasa, Sofandi menyampaikan pentingnya memahami tiga dimensi kinerja. Tiga dimensi tersebut adalah dimensi proses bisnis, dimensi manusia, dan dimensi pengukuran.


Pertama, dimensi proses bisnis (the process view) memegang peran penting dalam pencapaian kinerja yang luar biasa. Langkah awal yang harus diperhatikan adalah setelah menetapkan strategi organisasi, kita wajib menetapkan aktivitas apa yang akan dilakukan, serta bagaimana melakukan aktivitas tersebut. Selanjutnya, organisasi didorong untuk menciptakan inovasi dalam proses bisnis. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko, biaya, dan menurunkan hal lain, sehingga hasilnya adalah keuntungan yang lebih tinggi. Kedua, dimensi manusia (the people view) mampu menciptakan keberhasilan dalam suatu organisasi. Kemampuan memimpin perubahan dalam organisasi, menggunakan jaringan yang terampil serta memiliki koalisi dan modal sosial, secara signifikan dapat mendorong keberhasilan suatu organisasi. Terakhir, dimensi pengukuran (the measurement view) yang melibatkan beberapa hal penting. Hal-hal tersebut diantaranya identifikasi atas seluruh aspek manusia yang terkait dengan biaya, seperti: tenaga kerja, produktivitas, kualitas, fleksibilitas.




Pada sesi kedua, Erwin Situmorang berkenan menyampaikan materi yang ia peroleh dari executive training: Leadership Best Practices diHarvard School Business. Materi dimulai dengan contoh sebuah perusahaan franchise terkenal di Amerika Serikat, Dutch Bros. Erwin menjelaskan tentang hal-hal yang harus diketahui dan harus dilakukan seoarang leader dengan Dutch Bros sebagai analogi agar mempermudah penyampaian materi. Selain itu, seorang leader harus mampu melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

1.       Exploring Entrepreneurial Through An Action (mengeksplorasi kewirausahaan melalui tindakan),

2.       Leading Culture Change (memimpin perubahan budaya),

3.       Creating A Global Culture (menciptakan budaya global),

4.       Negotiating the Impossible (mengatasi ketidakmungkinan), dan

5.       Leading Innovation (memimpin perubahan).


Terakhir, acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh penyelenggara acara kepada para narasumber. Dengan demikian, diharapkan peserta dapat memahami serta mengaplikasikan pembelajaran yang didapat dalam acara Knowledge Sharing ini.





ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN