Sosialisasi Kode Etik Lintas Eselon I Kementerian Keuangan

oleh Yohana Tiara Eka Putri, diterbitkan pada 2017-03-07 02:53:32
Berita Utama




Jakarta – Seluruh Unit Kepatuhan Internal (UKI) eselon I Kementerian Keuangan berkumpul pada Selasa (28/2) lalu. Ini adalah kali pertama unit garis pertahanan kedua duduk bersama. Bagian Kepatuhan dan Verifikasi Kekayaaan Pegawai (KVKP) menginisiasi pertemuan ini menjadi momen untuk mempererat kesatuan dan koordinasi antar unit kepatuhan dalam memantau serta menjaga kepatuhan di lingkungan Kementerian Keuangan dengan bentuk sosialisasi. Sosialisasi yang bertempat di Ruang Rapat Inspektorat Jenderal lantai 12 Gedung Djuanda II ini dilaksanakan dengan beberapa agenda, yaitu Sosialisasi Kode Etik dan Disiplin Pegawai Inspektorat Jenderal, Sosialisasi Pemberantasan Pungutan Liar di Lingkungan Kementerian Keuangan, Pengenalan Penilaian Pembangunan Integritas Kementerian/Lembaga, dan Pembentukan Forum Kepatuhan.




Sekretaris Inspektorat Jenderal Sofandi Arifin membuka acara dengan menyampaikan tujuan sosialisasi ini adalah membangun sinergi antar UKI di lingkungan Kementerian Keuangan. Sosialisasi kode etik selain menjadi sarana untuk membantu meningkatkan penerapan kode etik pegawai Inspektorat Jenderal, juga menjadi wadah masukan dan kritik untuk perbaikan Inspektorat Jenderal ke depannya. UKI juga dilibatkan dalam misi pemberantasan pungutan liar yang baru saja diwujudkan melalui pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Pungutan Liar (Satgas Pungli) di Lingkungan Kementerian Keuangan, dengan harapan dapat membantu mengoptimalkan terutama dari sisi pencegahan.




Sebagai agenda pembuka, sosialisasi Pemberantasan Pungutan Liar dibawakan singkat dan padat oleh Satgas Pungli Nur Achmad dan Agus Sarwodi dari Inspektorat Bidang Insvestigasi. Mereka juga menyampaikan bahwa satuan tugas ini “tidak” akan bekerja. Sejenak membingungkan peserta, narasumber kemudian memaparkan bahwa maksudnya adalah tidak ada penindakan yang akan dilakukan satgas pusat yang berarti UKI dan satgas unit masing-masing eselon sudah optimal menjalankan fungsinya. Sisi pencegahan menjadi fokus utama. Dengan menyisakan rasa penasaran, narasumber juga menyampaikan bahwa akan diadakan sosialisasi lebih lanjut khusus saber pungli ini di setiap unit eselon I.




Selanjutnya, Kepala Bagian KVKP Dudung Rudi Hendratna menambah informasi baru dan menarik bagi peserta terkait kode etik pegawai Inspektorat Jenderal dalam agenda sosialisasi kode etik dan pengenalan penilaian pembangunan integritas. Forum diskusi yang dibuka setelah sosialisasi menciptakan ketertarikan dan antusiasme para peserta. Menarik bahwa berbagai pertanyaan, kritik, dan saran yang dikemukakan hampir sama di setiap unit eselon I dan juga terkait dengan isu-isu penting. Hal ini menguatkan wacana pembentukan forum kepatuhan antar UKI. Pertemuan-pertemuan antar UKI berikutnya diharapkan dapat terlaksana untuk membahas tindak lanjut dan untuk meningkatkan kualitas hubungan antar UKI.