Workshop Manajemen Treasury : Pengelolaan Kas Negara

oleh Ichsan Atmaja, diterbitkan pada 2017-03-13 06:13:18
Berita Utama Liputan Utama




  

Jakarta, 6 Maret 2017 - Inspektorat III kembali menyelenggarakan workshop Manajemen Treasury sebagai lanjutan dari rangkaian workshop sebelumnya, untuk menambah pengetahuan tentang pengelolaan kas negara. Salah satu tujuan pengelolaan kas negara adalah meminimalkan idle cash dengan melakukan penempatan dan investasi, dengan melaksanakan active cash management atau manajemen pengelolaan kas. Hal ini dimaksudkan agar pemerintah dapat memanfaatkan idle cash secara optimal, tidak hanya bergantung pada remunerasi dari Bank Indonesia, namun dapat mencari peluang optimalisasi kas melalui penempatan dana di Bank Umum Mitra Penempatan Uang Negara (BUMPUN), investasi pada SBN, investasi di Pasar Valuta Asing, maupun investasi pada turunan pasar uang lainnya. 






Bertempat di Ruang Rapat Inspektorat Jenderal lantai 12 Gedung Djuanda II, workshop ini diisi oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara, yaitu  Kasubdit Optimalisasi Kas, Noor Faisal Ahmad, serta Kasubdit Treasury Dealing Room dan Manajemen Risiko, Izharul Haq. Acara dibuka oleh Melyati selaku Pengendali Mutu Inspektorat III. Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan agar para pegawai Inspektorat III lebih memahami tentang pengelolaan kas negara atau treasury dan para pegawai juga dapat lebih memahami Saldo Anggaran Lebih (SAL) serta pengelolaan manajemen asset dan liabilities. 






Para narasumber memaparkan materi perencanaan kas, penyaluran, pengelolaan kebutuhan dana, dan Treasury Dealing Room. Materi pertama disampaikan oleh Noor Faisal Ahmad dari Subdit Optimalisasi Kas. Noor berkata bahwa penting kiranya bagi semua pihak untuk dapat memahami pengelolaan kas dikarenakan sebagai media bagi BPK, juga agar dapat memantau dan memberikan masukan untuk pengelolaan kas yang lebih baik ke depannya. Dalam pengelolaan kas, Direktorat Pengelolaan Kas Negara DJPB telah menerapkan Reserve Balance Target (RBT) yang terdiri dari Lower Cash Balance, Target Cash Balance, dan Upper Cash Balance






Materi kedua disampaikan oleh Izharul Haq dari Subdit Treasury Dealing Room dan Manajemen Risiko. Izharul menjelaskan mengenai beberapa hal, yang pertama adalah active cash management. Manajemen pengelolaan kas dilaksanakan dengan memperhatikan potensi atau peluang-peluang return (maximize return) dan meminimalisir biaya (cost of fund) yang ada di pasar uang. Tujuannya adalah meminimalkan idle cash, mendapatkan sumber pembiayaan yang paling efisien, mempercepat penyetoran penerimaan negara, dan melakukan pembayaran tepat waktu. Selain itu, Izharul juga menjelaskan mengenai Treasury Dealing Room seperti dasar hukum, tujuan dan transaksi, proses bisnis, kerangka koordinasi, dan model operasi nya. Diharapkan dengan Treasury Dealing Room, proses pengelolaan likuiditas menjadi lebih baik serta terciptanya minimalisasi risiko dan biaya, optimalisasi return, transparan, akuntabel serta terkendali. (can)

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN