Rakernas Sinergi Pengawasan Penerimaan Negara 2017

oleh Yohana Tiara Eka Putri, diterbitkan pada 2017-09-14 06:33:08
Berita Utama Liputan Utama Liputan Khusus





Jakarta, 12 September 2017 – Selasa (12/9) Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Itjen Kemenkeu) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Sinergi Pengawasan Penerimaan Negara oleh APIP Kementerian/Lembaga/Daerah (K/L/D). Acara yang bertempat di Gedung Dhanapala komplek Kementerian Keuangan ini mengundang lebih dari 800 APIP dari semua K/L/D di Indonesia.

Sebagai pembuka acara, Inspektur Jenderal Kemenkeu Sumiyati memberikan Laporan Penyelenggaraan dalam Rakernas Sinergi Pengawasan Penerimaan Negara. Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati juga berkenan memberikan keynote speech dalam pembukaan Rakernas ini.

Menkeu memberikan arahan bahwa kerja sama antar institusi pemerintah yang baik sangat penting untuk menghadapi situasi perekonomian yang dinamis. Dengan kondisi perekonomi dunia yang dinamis, kita harus mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat momentum pembangunan. Caranya adalah menjaga agar APBN kita mampu untuk melaksanakan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Peranan APIP untuk mengawasi berjalannya fungsi APBN sangat penting.

Tahun 2017 ini kita merencanakan penerimaan negara berupa pajak maupun PNPB dan juga akan dimulai inisiatif untuk menciptakan sistem pemungutan pajak berdasarkan kegiatan APBN. Di sini peran Bendahara K/L/D sangat penting sehingga kemampuan pemahaman transaksi keuangan perlu ditingkatkan. Selain itu salah satu sumber PNPB yang penting adalah dari BLU. Presiden sudah memberikan arahan agar BLU tidak semena-mena menaikkan tarif. Hal yang perlu diperhatikan apakah tarif yang ditetapkan BLU sesuai dengan level pelayanan yang diberikan.

Dari Rakernas ini diharapkan kita bisa bekerjasama dengan baik untuk menjaga kinerja pemerintah dalam melayani kebutuhan masyarakat. “Di sini peran APIP sangat penting untuk mendeteksi penyelewengan dalam institusi pemerintahan,” imbuh Sri Mulyani. Untuk menandai dibukanya Rakernas, dilakukan pemukulan gong oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.






Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemberian keynote speech oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terkait pengawasan penerimaan negara serta oleh Kepala BPKP Ardan Adiperdana mengenai pengawasan dan peningkatan penerimaan negara melalui PNBP.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan workshop penyampaian "Ekspektasi Stakeholder terhadap Peran APIP dalam Mendukung Optimalisasi PNBP" dengan Direktur PNBP DJA Mariatul Aini dan Direktur Barang Milik Negara DJKN Encep Sudarwan, serta dimoderatori oleh Inspektur V Raden Patrick Wahyudwisaksono.

Rakernas ini merupakan momentum bagi APIP untuk saling bergandengan mewujudkan sinergi pengawasan penerimaan negara melalui penandatanganan Letter of Commitment (LoC) yang disaksikan oleh para APIP dari seluruh Indonesia.