Prestasi Baik Realisasi APBN 2017

oleh Kurnia Fitri Anidya, diterbitkan pada 2018-01-03 04:47:54
Berita Utama Liputan Utama Liputan Khusus Galeri













 


Jakarta, 2 Januari 2018 – Upaya  Itjen mengawal keuangan negara berbuah manis melalui capaian kinerja APBN 2017. Melalui pemaparan perkembangan ekonomi makro dan realisasi APBN 2017 oleh Sri Mulyani saat konferensi pers di Aula Mezzanine Gedung Djuanda 2 Kementerian Keuangan, diketahui bahwa perekonomian Indonesia tumbuh dengan baik.

Realisasi penerimaan perpajakan tahun 2017 mencapai 91% dari APBNP 2017 atau sebesar Rp.1339.8 triliun. Sementara, penerimaan kepabeanan dan cukai tahun 2017 mencapai 101.7% atau senilai Rp192.3 triliun. Belum lagi, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Lembaga (K/L) yang meningkat hingga 118,5% dari APBNP 2017 atau sebesar Rp308,4 triliun.

Kabar gembira semakin dipertegas dengan realisasi APBN 2017. Defisit APBN 2017 hanya sebesar 2.57%, ini di bawah target APBNP yaitu 2.92%. Ratio utang kita tetap terkendali di bawah 30%. Dengan demikian, realisasi APBN 2017 memiliki daya dorong yang baik terhadap perekonomian Indonesia.

 


“Perekonomian Indonesia di 2017 diperkirakan masih akan tumbuh dikisaran 5,05% terutama disumbangkan oleh pertumbuhan konsumsi, investasi, dan ekspor. Bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas harga, perbaikan tata niaga komoditas pangan dan koordinasi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan sektor riil juga telah menciptakan stabilitas harga dengan tingkat inflasi terkendali. Ini juga yang menjaga daya beli masyarakat,” ungkap Sri Mulyani pada Konferensi Pers Perkembangan Ekonomi Makro dan Realisasi APBN, Selasa (02/01).

“Cerita positif terus berlanjut, realisasi belanja mencapai Rp2.001,6 triliun ini adalah 93,8% dari total belanja di APBNP tahun 2017. Yang positif dari belanja ini adalah belanja modal yang mencapai 92% dibanding 2016 yang hanya bisa terealisir 82%. Jadi tahun ini penyerapan dan eksekusi belanja jauh lebih baik,” Ujar SMI.