Komite Audit dan Itjen Bersama-sama Kawal GRC Kemenkeu

oleh Nurul Vita Dewi Saras, diterbitkan pada 2018-08-23 07:20:42
Liputan Utama Berita Utama Liputan Khusus




Dalam rangka menindaklanjuti arahan Menteri Keuangan kepada Komite Audit, Komite Audit Kementerian Keuangan memulai lawatan berkunjung ke pimpinan unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan.


Inspektorat Jenderal berkesempatan untuk pertama kali menerima secara resmi kunjungan Komite Audit pada tanggal 2 Mei 2018. Dalam kesempatan tersebut, Sumiyati selaku Inspektur Jenderal menyampaikan harapan agar keberadaan Komite Audit dapat menjembatani hubungan antara Inspektorat Jenderal sebagai pengawas internal dengan unit eselon I lainnya, serta membantu Itjen dalam memperbaiki GRC (Government, Risk, and Control) di lingkungan Inspektorat Jenderal.

 

Anggota Komite Audit, Binsar H. Simanjuntak, menyampaikan bahwa Komite Audit berkomitmen untuk menjalankan tugas secara professional dalam upaya perbaikan GRC Kemenkeu, perbaikan kualitas laporan keuangan, dan penyelesaian Tindak Lanjut hasil pemeriksaan BPK RI dan pengawasan BPKP sebagaimana diamanatkan dalam KMK 252 Tahun 2018 tentang Pembentukan Komite Audit dan Sekretariat Komite Audit Kementerian Keuangan


Seusai melawat ke Inspektorat Jenderal, Komite Audit secara berturut-turut berkunjung ke unit eselon I lainnya, yaitu DJPK, DJBC dan DJKN.  Pada tanggal 16 Juli 2018, Astera Primanto Bhakti selaku Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan menyambut kehadiran Anggota Komite Audit. Pada kesempatan tersebut, Dirjen Perimbangan Keuangan menyampaikan beberapa permasalahan yang menjadi perhatian, seperti Unit Kepatuhan Internal (UKI) yang dinilai belum efektif dalam menjalankan fungsinya. Menanggapi permasalahan tersebut, Komite Audit akan berusaha semaksimal mungkin mengawal Itjen selaku pembina UKI Kementerian, sehingga permasalahan UKI bisa segera diatasi. Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Auditor Madya Inspektorat V, Muhaimin Zikri.

 

Melanjutkan lawatan sebelumnya, pada hari Kamis, 19 Juli 2018 Komite Audit berkunjung ke Kantor Pusat DJBC. Heru Pambudi selaku Direktur Jenderal Bea dan Cukai didampingi jajaran pejabat eselon II dan III di lingkungan DJBC menyambut hangat Komite Audit tersebut. Dalam kesempatan ini, Dirjen Bea dan Cukai menyampaikan beberapa permasalahan yang masih dirasakan oleh DJBC dalam optimalisasi penerimaan negara. Selain itu, beliau juga menyampaikan permasalahan terkait Tindak Lanjut rekomendasi dari BPK RI maupun BPKP yang masing menggantung sampai dengan saat ini. Dirjen BC berharap Komite Audit dapat membantu dalam penyelesaian rekomendasi yang masih dalam proses penyelesaian. Menanggapi hal tersebut, Komite Audit berkomitmen akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut dalam waktu dekat. Komite Audit akan meminta Itjen untuk menyajikan data rekomendasi BPK dan BPKP untuk menetapkan strategi percepatan penyelesaian Tindak Lanjut BPK RI dan BPKP. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Setiawan Basuki selaku Inspektur II.

 

Pada tanggal 8 Agustus 2018, Komite Audit berkesempatan untuk bertemu dengan Isa Rachmatarwata selaku Direktur Jenderal Kekayaan Negara. Dalam kesempatan ini, Dirjen Kekayaan Negara menyampaikan urgensi penyajian laporan keuangan tahun 2018 khususnya pada permasalahan revaluasi aset. Banyaknya kementerian dan lembaga yang belum selesai melakukan revaluasi aset menjadi tantangan DJKN dalam menyelesaikan tugas ini. Dirjen KN dalam kesempatan tersebut juga meminta bantuan dari Komite Audit untuk dapat mendorong kementerian lain dalam penyelesaian revaluasi aset ini. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, auditor utama inspektorat IV, Antonius Susilo Eko Riadi.


Kunjungan Komite Audit ke unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan ini akan terus dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan tugas Komite Audit. Pertemuan dengan unit eselon I lain akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Selain sebagai sarana pembahasan permasalahan GRC level Kementerian Keuangan, pertemuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi pada level pimpinan sehingga lingkungan pengendalian di Kemenkeu semakin membaik. (Asrulsani Muhamad)

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN