Persiapan DPN untuk Kepengurusan Baru AAIPI

oleh Aisha Alsakina, diterbitkan pada 2018-09-20 07:37:10
Liputan Utama Berita Utama





Jakarta, 19 September 2018 – Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) menggelar rapat Dewan Pengurus Nasional (DPN) AAIPI yang bertempat Inspektorat Jenderal Kemenkeu di Ruang Rapat Inspektur Jenderal lantai 4 Gedung Djuanda II. Rapat bulanan Dewan AAIPI ini dihadiri oleh Wakil Direktur Eksekutif, para perwakilan Komite, dan beberapa perwakilan anggota.






Rapat dibuka oleh Deputi Kepala BPKP Bidang PIP Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Nurdin selaku Wakil Ketua I DPN AAIPI. Dua agenda utama yang akan dibahas pada rapat bulan September ini adalah laporan pertanggungjawaban masing-masing Komite dan pembahasan persiapan Kongres pemilihan Dewan Pengurus AAIPI yang baru.






Selanjutnya rapat dipimpin oleh Kepala Pusat Pembianaan Jabatan Fungsional Auditor BPKP Edi Mulia selaku Direktur Eksekutif DPN AAIPI. Pertama, Edi menyampaikan progress persiapan Kongres yang nantinya akan dilangsungkan pada 27 November 2018 di BPKP. Acara Kongres ini akan bertajuk Konferensi dan Musyawarah Nasional Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Rencananya, Kongres juga akan diisi dengan diskusi panel tentang pencegahan korupsi dari KPK, Itjen Kemenkeu, dan Itjen Kemendagri.


Sebulan sebelum acara Kongres akan diadakan voting secara online mulai 24 September hingga 5 Oktober 2018. Voting ini adalah untuk pemilihan 5 eksekutif tetap dan10 eksekutif tidak tetap yang nantinya akan melakukan pemilihan DPN. Aturannya adalah setiap anggota AAIPI mempunyai hak 1 suara, unit APIP memiliki hak 1 suara untuk setiap 25 anggota dan berlaku kelipatannya. Saat voting online akan disediakan 4 pilihan yaitu Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kota, dan Kabupaten. Jumlah voting ini akan dapat diperhitungkan sebagai jumlah kuorum untuk kehadiran peserta kongres sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) AAIPI.


“Jadi, saya tegaskan lagi ya dalam kongres nanti akan membahas pemilihan DPN baru, laporan pertanggungjawaban pengurus dan terkait Komisi AD/ART”, jelas Edi Mulia. Pimpinan rapat pun memberi kesempatan pada peserta rapat untuk dapat memberi masukan terkait acara kongres dan pemilihan pengurus yang baru.





Peserta rapat banyak memberikan masukan dan beberapa ada yang langsung disetujui oleh pimpinan dan peserta rapat agar segera di tindaklanjuti. Salah satunya adalah masukan dari Inspektur VII Itjen Kemenkeu Roberth Gonijaya untuk dapat menambahkan kolom saran pada voting online. Kolom saran ini dapat diisi oleh para anggota AAIPI untuk dapat memberi masukan terkait apa yang ingin dibahas saat acara Kongres nanti atau apapun masukan untuk AAIPI kedepannya.


Rapat dilanjutkan dengan Laporan pertanggungjawaban masing-masing Komite yaitu dari Komite Standar Audit yang disampaikan oleh perwakilan dari Irjen Kementerian Pertanian. Komite Pengembangan Profesi yang disampaikan oleh perwakilan dari Irtama Bappenas. Dan seterusnya disampaikan oleh masing-masing perwakilan dari Komite Telaah Sejawat dan Komite Standar Audit. Kumpulan laporan pertanggungjawaban Komite ini nantinya akan menjadi Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat AAIPI yang akan disampaikan saat Kongres.


Nurdin menutup rapat bulanan DPN AAIPI kali ini dengan mengucapkan terima kasih kepada para peserta rapat yang berkenan meluangkan waktunya dan hadir. Rapat kali inipun banyak menghasilkan kesepakatan yang dapat langsung ditindaklanjuti baik untuk Kongres maupun kepengurusan yang baru. Beliau juga berharap apa yang sudah direncanakan kali ini dapat berjalan dengan lancer dan membawa berkah untuk organisasi. (KIN)



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN