Media Sosial ASN: Tak Hanya Wujud Representasi Diri, Tapi Juga Institusi

oleh Aisha Alsakina, diterbitkan pada 2018-10-24 07:13:19
Menu Liputan Utama Berita Utama Liputan Khusus


 

 

Dunia bergerak cepat, berubah sedemikian pesat. Sadar atau tidak, kita kini hidup di dalam dunia yang tidak lagi mengenal batas-batas dalam berkomunikasi. Sekarang, bukan hanya artis yang bisa terkenal. Bukan hanya tokoh terkenal yang karyanya bisa didengar. Dengan bermodalkan sinyal, kitapun bisa menjadi viral.

Isu agama, politik, ekonomi, dan budaya tidak jarang digunakan sebagai senjata untuk memecah persatuan. Mau tidak mau, kita semua harus menyadari bahwa setiap kalimat yang kita ungkapkan di media sosial, dapat berdampak besar, entah itu positif atau negatif, entah itu berdampak hanya pada pribadi, atau institusi.

 

 

Oleh karena itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaruh perhatian besar terhadap generasi yang kini banyak memegang kendali di dunia digital. Hari ini, Kementerian Keuangan menyelenggarakan Seminar “Bijak Bermedsos” di Aula Gedung Dhanapala Kemenkeu dan mengundang para pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan, khususnya yang sangat aktif dalam dunia digital atau media sosial.

 


Seminar ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan Aparat Sipil Negara (ASN) Kemenkeu agar dapat menggunakan media sosial secara bijak. Seminar menghadirkan para pembicara hebat, diantaranya CEO Net Mediatama, Wishnutama; Kepala Biro SDM, Humaniati; Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Nufransa Wira Sakti; dan dua fungsional auditor Inspektorat Bidang Investigasi Itjen, Agus Sarwodi dan Mohammad Dody Fachrudin.

 

 

 

 

Seminar juga menghadirkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebagai keynote speaker. Dalam kesempatan ini, Menkeu Sri Mulyani membagi speech ke dalam 3 poin penting, yaitu:

1. Pekerjaan kita sebagai pengelola keuangan negara

2. Bagaimana teknologi informasi dan media sosial dapat membantu kita, baik sebagai institusi maupun sebagai pribadi untuk bisa makin menjaga amanat dan tugas negara

3.Apa rambu-rambu, karakter, dan value yg seharusnya tetap kita jaga didalam menyikapi dua hal sebelumnya

 

 

 

 

Menkeu Sri Mulyani menyampaikan bahwa dimana kita bekerja, apa yang kita lakukan, dan bagaimana kita mengerjakan, semua itu juga merepresentasikan institusi. Selain sikap profesional, integritas, dedikasi, dan loyalitas kepada NKRI, seluruh pengemban tugas di Kemenkeu harus memiliki keyakinan dan kebanggaan terhadap pekerjaan ini, untuk kemudian meyakinkan rakyat Indonesia bahwa Kementerian Keuangan selalu berupaya mengelola keuangan negara secara stable, reliable, and credible.

“Jika anda sendiri tidak yakin dengan apa yang anda kerjakan, bagaimana anda meyakinkan rakyat Indonesia bagaimana pentingnya pekerjaan itu” ujarnya.

 

 

Menkeu SMI mengharapkan para pegawai yang aktif di media sosial untuk paling tidak memahami dasar-dasar keuangan negara dan posisi apa yang ditempati dalam APBN.

Where are you in this APBN? Anda di bagian penerimaan? Pajak? PNBP? Belanja? Treasurer?Where are you in that big picture? and how you can connect the dot? Bagaimana Anda akan menjelaskan bahwa kita semua ini adalah satu?” tanyanya.

 

 

 

Selain itu, Menkeu Sri Mulyani mengingatkan bahwa teknologi informasi dan media sosial merupakan sebuah media yang dapat mewujudkan praktek pemerintahan yang terbuka dan akuntabel, yaitu dengan melakukan interaksi didalamnya. “Sebagai suatu instansi publik, kita memakai teknologi informasi sebagai alat untuk meningkatkan transparansi. Kita bukan lembaga yang mengumpulkan uang rakyat lalu kita tutupi. Kita sampaikan semua perubahannya. Teknologi dan media sosial dapat membantu kita banyak untuk menjadi open dan good governance, yaitu pemerintah yang terbuka, transparan, dan memiliki tata kelola yang baik”

 

 

Menkeu SMI juga menantang kepada para pegawai Kemenkeu untuk menjelaskan nota keuangan dengan bahasa yang mudah dimengerti di media sosial masing-masing “Saya tantang, buka APBN. Buat nota keuangan yg ada ratusan page itu jadi 144 karakter. Berkreasilah, tapi jangan keluar dari substansinya. Anda semua harus bisa ngomong dengan bahasa medsos. At the same time, anda harus tau konten. Tapi saya merasa percaya diri untuk meminta kepada Anda karena saya tau Anda adalah orang-orang pilihan. Saya tahu You are capable doing it” ujarnya.

 

 

 

 

Terakhir, Menkeu SMI mengingatkan bahwa perbedaan merupakan fitrah dan harus dimengerti serta dinikmati. Kita perlu memahami bahwa setiap orang memiliki perbedaan dalam cara berfikir dan mengekspresikan pemikirannya. Ini adalah salah satu cara agar kita lebih bijak dalam merespon orang lain, terutama di media sosial yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

 

Your personality, your value, the way you express, harus menceritakan Anda sebagai manusia yg mulia dan Anda sebagai ASN yang bisa dipercaya, integritas, profesional, dan amanah”


you are belong to this community, maka bermedsoslah yang menggambarkan the true value of our community, community yg transparan dan kredibel” tutup Menkeu Sri Mulyani.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN