Pentingkah ASN Kemenkeu Patuhi Aturan Bermedia Sosial?

oleh Aisha Alsakina, diterbitkan pada 2018-10-24 07:15:15
Berita Utama


 

 

Jakarta, 23 Oktober 2018 - Seminar Bijak Bermedsos yang diselenggarakan kemarin di Aula Gedung Dhanapala Kemenkeu merupakan kesempatan baik bagi Inspektorat Jenderal untuk mengingatkan kembali kepada para ASN Kemenkeu tentang rules yang harus dipahami dalam bersikap di media sosial.

 

 

Bertindak sebagai pembicara, Agus Sarwodi dan Mohammad Dody Fachrudin selaku Auditor Madya Inspektorat Bidang Investigasi mengawali paparannya dengan menunjukkan fakta bahwa terdapat beberapa pegawai Kemenkeu yang tidak menggunakan media sosial pribadinya secara benar selaku abdi negara.  Secara statistik, data pengaduan terkait media sosial di lingkungan Kementerian Keuangan di tahun 2018, terdapat 55 pengaduan yaitu sebanyak 40% berhubungan dengan netralitas, 7% terkait SARA, dan 53% merupakan pengaduan atas hate speech.

 

 

 

 

 

 

Oleh karena itu, ASN Kemenkeu diimbau untuk selalu menjaga netralitas, menghindari hate speech dan SARA, serta menjaga norma kesopanan dan kesusilaan dalam bermedia sosial. Selain itu, jika pejabat atau pegawai menemukan adanya pelanggaran pada media sosial ASN di lingkungan Kemenkeu, diimbau untuk melaporkannya kepada Unit Kepatuhan Internal masing-masing Eselon I atau melalui aplikasi Whistleblowing System yang dikelola oleh Itjen untuk segera ditindaklanjuti.

 

Selain pembicara dari Itjen, diskusi panel pada seminar ini juga disampaikan oleh Kepala Biro SDM, Humaniati yang memaparkan mengenai ketentuan-ketentuan dalam bermedia sosial dan kaitannya dengan kepegawaian. Sedangkan, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Nufransa Wira Sakti yang juga bertidak sebagai narasumber lebih menekankan pada pembahasan mengenai panduan aktivitas dan penggunaan media sosial bagi pegawai Kemenkeu seperti yang diatur dalam Surat Edaran Nomor 16 tahun 2018.

 

 

Antusias peserta seminar tidak berakhir sampai disini, acara dilanjutkan dengan diskusi panel bersama CEO Net Mediatama, Wishnutama. Sosok yang merupakan otak kreatif di balik megahnya Opening Asian Games 2018 ini, banyak menceritakan mengenai penerapan kebijakan-kebijakan dalam perusahannya, Net Mediatama. Karyawan Net Mediatama diberi kebebasan untuk berkreasi tanpa mengesampingkan norma dan kebijakan yang ditetapkan. Terkait media sosial, Wishnutama berpendapat bahwa apapun yang kita sampaikan, apapun yang kita posting di media sosial, itu merepresentasikan diri kita.

 

 

 

 

Wishnutama menganjurkan agar energi media sosial dimanfaatkan untuk mengamplifikasi atau mempromosikan visi dan progres organisasi, bukan malah untuk melampiaskan emosi. Ketika dihadapkan dalam suatu keadaan yang membuat kita ingin merespon negatif terhadap suatu hal di media sosial, dianjurkan untuk menahan diri sejenak dan mendistraksinya dengan melakukan hal lain. Cara tersebut dapat mengubah respon negatif yang ingin kita sampaikan sebelumnya. “Percaya deh!” ujarnya.

 

 

Di akhir diskusi, Wishnutama menutup dengan pesan bahwa: our attitudes represent the institution. Itu adalah hal yang harus dipahami secara komprehensif bersama dengan nilai-nilai yang harus dijaga. Kebebasan adalah hak, namun kita sebagai bagian dari institusi harus tetap menjaga nilai-nilai yang ada. 

 

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN