AAIPI Berkolaborasi dalam Pencegahan Korupsi

oleh Yohana Tiara Eka Putri, diterbitkan pada
Berita Utama Liputan Utama


Jakarta, 27 November 2018 – AAIPI (Asosiasi Auditor intern Pemerintah Indonesia) telah menggelar Konferensi, Musyawarah Nasional, dan Kongres Auditor Instern Pemerintah Indonesia Tahun 2018 di Aula Timur Kantor Pusat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada Selasa (27/11). Pada kesempatan ini, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan (Irjen Kemenkeu) Sumiyati menjadi salah satu panelis dalam diskusi panel Implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dengan tema paparan “Sinergi dan Kolaborasi Pengelolaan Risiko Korupsi pada Penerimaan Pajak dan Bea Cukai: Sinergi, Kolaborasi, dan Penguatan UKI.”



Irjen Sumiyati melakukan sharing pengalaman terkait strategi pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian Keuangan terutama dalam bidang perpajakan dan Bea Cukai serta metodologi pengawasan bidang investigasi. Dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian penyelenggaraan pengelolaan negara yang terus berkembang dan kompleks, Kemenkeu harus benar-benar membangun suatu sistem dan infrastruktur untuk mengawal dan menjaga keuangan negara.



Salah satu yang dilakukan adalah membangun manajemen risiko untuk mendukung pencapaian tujuan agar benar-benar efektif dan efisien. Implementasi manajemen risiko di Kemenkeu secara terstruktur dibangun di setiap lini. “Setiap jajaran harus menerapkan prinsip manajemen risiko dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Penting bagi kami untuk mengembangkan sadar risiko sejalan dengan nilai-nilai Kemenkeu,” ujar Sumiyati.



Terkait pengawasan di bidang Perpajakan dan Bea Cukai, Kemenkeu memiliki area pengawasan pajak (data potensi dan monitoring), pemeriksaan pajak, penagihan, administrasi PPN serta pengawasan cukai hasil tembakau dan pengawasan tempat penimbunan berikat. Pengawasan-pengawasan tersebut didukung oleh Inspektorat Bidang Investigasi (IBI) dalam pengelolaan Whistleblowing System (WiSe), clearence, audit investigasi, saber pungli, dan spot check. “Dalam menghadapi risiko, kita tidak boleh gagal. Jika gagal akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada Kemenkeu. Untuk itu kami benar-benar peduli dalam mengawal pengelolaan agar benar-benar baik dan isu-isu korupsi dapat kita tangani,” pesan Sumiyati.



Di sesi akhir acara, diumumkan bahwa Irjen Sumiyati terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) AAIPI periode 2018-2021. Semoga AAIPI semakin baik dalam meningkatkan kualitas pengawasan intern pemerintah Indonesia.