Dengungkan Strategi Proaktive Security Defense Kementerian Keuangan

oleh Dianita Wahyuningtyas, diterbitkan pada 2019-04-11 04:32:01
Liputan Utama Berita Utama Liputan Khusus




Jakarta (10/4) – Kesadaran keamanan informasi menjadi salah satu aspek penting dalam proses keamanan informasi. Kesadaran ini berguna untuk melindungi kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan aset informasi terhadap berbagai bentuk ancaman dari dalam maupun luar lingkungan Kemenkeu. Hari ini, Inspektorat Jenderal Kemenkeu menggelar  Cyber Security Meet Up Kemenkeu ke-3. Acara yang menjadi agenda rutin tahunan ini mengusung tema “Proactive Security Defense”.  Kegiatan Cyber Security Meet Up yang terselenggara di Ruang Rapat Inspektorat Jenderal Gedung Djuanda II ini bertujuan untuk membentuk budaya sadar keamanan informasi di lingkungan Kemenkeu. 

  


Kementerian Keuangan mempunyai berbagai sistem internal maupun pelayanan masyarakat berbasiskan informasi dan teknologi. Dalam sambutannya, Irjen Kemenkeu Sumiyati mengakui bahwa selama ini Kemenkeu cenderung masih reaktif dalam mengatasi gangguan IT. “Dengan melihat pengalaman selama ini yang terjadi di Kemenkeu tampaknya benar-benar harus ada shifting dari strategi security defense kita yang semula reaktif- menunggu kalau ada masalah baru sibuk semua, kedepan saya yakin perlu dikembangkan adanya strategi keamanan pengamanan sistem informasi kita dengan strategi yang proaktif”, jelasnya.  Nantinya, proaktive security defense harus benar benar dibangun dengan suatu strategi yang mantap karena mampu memitigasi berbagai macam risiko yang kita hadapi.

Irjen Sumiyati juga berpesan bahwa SDM juga memiliki peran yang besar terkait cyber security defense, “SDM merupakan satu faktor yang sangat penting dalam menjaga keamanan sistem IT kita. Mari kita gunakan SDM kita yang kurang lebih 80.000 itu menjadi bagian strategi cyber security defense kita yang bersifat proaktif. Mari kita dengungkan agar semua SDM di lingkungan kita terus aware akan cyber security issues supaya benar benar terpupuk kompetensinya untuk menjaga cyber security Kemenkeu. Data kita harus kita proteksi demi reputasi Kemenkeu dan reputasi bangsa Indonesia,” pungkasnya.




Security Meet Up Kemenkeu ke-3 ini juga menghadirkan tiga narasumber yakni YoKo Acc, seorang Information Security Professional, Adi Satriadharma, Petugas Keamanan TI Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Bakhas Diso, Auditor TI Inspektorat Jenderal Kemenkeu. Dalam paparan narasumber ditekankan pentingnya memitigasi risiko terkait upaya pengamanan informasi dan kesadaran akan berbagai ancaman dalam transformasi digital.  Rangkaian acara ini diakhiri dengan penyerahan plakat dari Itjen Kemenkeu yang diwakili oleh Plh. Inspektorat VII, Alexander Zulkarnaen kepada para narasumber.  Bagi para penanya aktif , panitia juga membagikan souvenir menarik di akhir acara.  (vs)



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN