Perencanaan yang Lebih Baik untuk Hasil Pengawasan yang Lebih Berkualitas

oleh Aisha Alsakina, diterbitkan pada 2019-05-07 06:57:28
Galeri Liputan Khusus Tanpa Kategori Berita Utama Liputan Utama


Jakarta, 2-4 Mei 2019 - Sejalan dengan proses penyusunan RPJMN Teknokratik 2020-2024 yang sedang disusun oleh Bapennas, Kementerian/Lembaga secara paralel juga melakukan penyusunan rancangan teknokratik Rencana Strategis (Renstra) K/L 2020 – 2024 bersama dengan renstra tingkat Eselon I.

 

Penyusunan renstra ini memerlukan pemikiran visioner, perhatian yang besar, serta didasarkan pada evaluasi hasil pengawasan selama 2019 demi perencanaan tahun 2020 yang lebih tepat sasaran dan tepat guna. Oleh karena itu, pada 2 hingga 4 Mei 2019, diselenggarakan Rapat Kerja Teknis Perencanaan 2020 Inspektorat Jenderal di Jakarta dan Bogor.

 

Sejalan dengan tema Rakernis tahun ini: “Perencanaan yang Lebih Baik untuk Hasil Pengawasan yang Lebih Berkualitas”, dilakukan pembahasan yang berfokus pada empat hal, yaitu:

1.   Evaluasi progres dan hasil pengawasan Inspektorat Jenderal tahun 2019;

2.   pembahasan konsep Rancangan Teknokratik Renstra Inspektorat Jenderal 2020 – 2024;

3.  pembahasan hasil kajian Tim Task Force Penganggaran Berbasis Kinerja Inspektorat Jenderal; dan

4. pembahasan rancangan awal dokumen perencanaan dan penganggaran Inspektorat Jenderal TA 2020.

 

 

 

 

Keempat topik utama ini diharapkan dapat dikaji untuk menghasilkan suatu rencana strategis yang akan menjadi pedoman kerja Itjen selama 5 tahun ke depan. “Rencana strategis ini diharapkan jelas, fokus, dan juga komprehensif. Rencana kerja ini akan menjadi pedoman kerja untuk 5 tahun ke depan, maka pastikan arsitektur data dan informasi kinerjanya jelas.” Jelas Irjen Sumiyati dalam arahannya.

 

Irjen Sumiyati juga berharap bahwa kompetensi para auditor Itjen, terutama dalam softskill, dapat menjadi concern para pimpinan dalam merumuskan suatu perencanaan. “kita akan bergerak dari watchdog ke trusted advisor. Jika begitu, kita tidak bisa hanya memiliki kemampuan untuk membuat laporan, namun juga perlu kemampuan dalam menyampaikan dan mem-persuade mitra kita untuk melaksanakan apa yang kita rekomendasikan” ujar Irjen Sumiyati. “yang penting lainnya juga kemampuan untuk bernegosiasi, berkomunikasi dengan baik, dan juga leadership yang bagus” tambahnya.

 

 

Dalam Rakernis ini, Inspektur VII Robert Gonijaya menyampaikan Konsep Renstra Teknokratik Itjen 2020-2024 yang akan menjadi guideline penyusunan rencana kerja Itjen. Selain membahas mengenai perencanaan, turut dibahas hasil kajian Tim Task Force Penganggaran Berbasis Kinerja Inspektorat Jenderal. Tim Task Force dibentuk untuk membuat kajian tentang pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja selama ini dan menyusun framework penganggaran berbasis kinerja dalam rangka mewujudkan perencanaan dan penganggaran yang lebih baik.

 

 

 

Selain itu, Bagian Perencanaan Keuangan turut memaparkan dokumen rancangan awal perencanaan dan penganggaran untuk tahun anggaran 2020 sebagai dasar penyusunan rencana kerja tiap inspektorat dan sekretariat di tahun 2020. Rencana kerja didiskusikan dan ditetapkan dalam rapat kecil tiap unit kemudian dipaparkan di depan seluruh unit serta Inspektur Jenderal. Millenials dan wanita mengambil peran besar dalam sesi ini. Selain presentasi, sesi tanya jawab dan sharing session juga disediakan untuk menjadi bahan masukan dan penyesuaian tiap inspektorat dalam menyusun rencana yang lebih terarah. (kin)



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN