Menuju Pengawas Internal yang Agile dan Responsif di Era Big Data

oleh Aisha Alsakina, diterbitkan pada 2019-11-27 07:37:29
Galeri Liputan Utama Berita Utama


 

 

Jakarta, 26 November 2019 - Kementerian Keuangan memiliki peranan krusial dalam mewujudkan kebijakan fiskal untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Tiga strategi makro pun telah dikembangkan, mulai dari sisi pendapatan, pengeluaran, hingga pembiayaan. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan pengawasan yang efektif, yang dapat memitigasi risiko-risiko dalam pencapaian tujuan kebijakan yang ditetapkan.

 

 

Itjen sebagai pengawas internal Kementerian Keuangan dituntut untuk berperan aktif dalam mengawal implementasi kebijakan fiskal yang ditetapkan Kemenkeu. Perspektif pengawasan Itjen diharapkan tidak hanya beriorientasi ke dalam tetapi juga berorientasi keluar melalui sinergi dengan APIP lainnya, terutama dalam menjaga kualitas belanja negara. Itjen juga diharapkan dapat mengembangkan profesional dan leadership capacity sekaligus menjadi agent of change dalam mengawal efisiensi dan efektivitas setiap rupiah yang keluar dari kas negara. Di samping itu, pemanfaatan IT secara masif di Kemenkeu menimbulkan risiko-risiko baru yang harus Itjen deteksi dan tangani. Itjen perlu mengubah cara kerja juga memperluas pengawasan dalam bidang IT untuk memitigasi risiko tersebut.

 

 

Seluruh tantangan tersebut menjadi arah bagi Itjen memformulasikan strategi pegawasan intern yang relevan dan bernilai tambah. Untuk merumuskan hal tersebut, Itjen menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan Inspektorat Jenderal Akhir Tahun 2019 yang mengusung tema “Refocusing Pengawasan Intern Inspektorat Jenderal dalam Mengawal Arah Kebijakan Kementerian Keuangan”.

 

 

Tema ini merupakan wujud nyata implementasi kegiatan pengawasan intern Itjen yang agile dan responsif terhadap isu-isu terkini serta cerminan upaya Itjen untuk terus mengembangkan diri menjadi strategic partner Menteri Keuangan, juga mereposisi peran Itjen sebagai agent of change dalam peningkatan pengelolaan keuangan negara.

 

 

 

 

Dalam arahannya, Irjen Sumiyati berpesan bahwa Kemenkeu harus benar-benar merespons kebutuhan para menteri di kabinet baru agar kita dapat menjadi mitra strategis yang bisa memberi solusi bagi para Menteri Kementerian/Lembaga yang memerlukan adanya suatu fleksibilitas dalam mengelola tusinya

 

 

Irjen Sumiyati juga meneruskan arahan Presiden yang disampaikan melalui Menteri Keuangan, yaitu:

 

1. Jangan korupsi

Irjen Sumiyati berharap rekan-rekan Itjen menindaklanjuti dari dua sisi. Yaitu diri sendiri dan mitra Itjen. Pegawai Itjen perlu menjaga integritas pada masing-masing pribadi, juga menutup potensi korupsi dengan meninkatkan GRC di tiap unit eselon I, sesuai tugas dan fungsi Itjen sebagai pengawas internal Kemenkeu.

 

2. Tidak ada visi dan misi menteri, yang ada adalah visi dan misi presiden

Menteri harus melaksanakan visi dan misi presiden. Hal ini akan berdampak pada penyusunan RPJMN dan Renstra di setiap K/L. Irjen Sumiyati berharap Itjen dapat mengawal sejak perencanaan sampai selesainya pertanggungjawaban.

 

3. Kerja cepat, kerja keras, dan kerja produktif

Environment berubah, tuntutan masyarakat berubah. Karena itu Irjen Sumiyati berharap arahan presiden bisa dilaksanakan dengan baik. Itjen juga harus cepat dalam memberikan rekomendasi agar dapat memberikan nilai tambah pada organisasi.

 

4. Jangan terjebak pada rutinitas yang monoton

Diharapkan Itjen dapat membuat terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan tusi di Kemenkeu.

 

5. Kerja yang beriorientasi pada hasil nyata

Anggaran tidak hanya dihabiskan, tapi juga di-deliver. Itjen tidak hanya sekedar mengaudit, namun juga harus memberikan manfaat dari rekomendasi kita untuk mitra. Kualitas pemeriksaan perlu ditingkatkan dengan cara berkonsentrasi pada area-area strategis, berdiskusi dengan mitra dan menemukan langkah yang tepat untuk ditindaklanjuti oleh mitra.

 

6. Selalu mengecek masalah di lapangan dan temukan solusinya

Menteri Keuangna berpesan bahwa berdiskusi bukan hanya untuk membahas masalah, namun cari solusi untuk menyelesaikan masalah. Di dalam memecahkan masalah ini kita tidak bisa melakukannya sendiri. Maka diharapkan kita harus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bersama-sama bersinergi dengan mitra. Kolaborasi  dan kerja sama yang baik akan meningkatkan kinerja Kementerian Keuangan

 

 

7. Serius dalam bekerja

Irjen Sumiyati yakin bahwa para pegawai Itjen memiliki kapabilitas yang baik maka seluruh kompetensi yang dimiliki dan pengetahuan yang telah diserap diharapkan dapat digunakan secara optimal untuk mengawal keuangan negara

 

 

 

Ada 3 materi utama yang akan didiskusikan secara intensif para Rakerpim kali ini, diantaranya:

 

  1. Kerangka Pengawasan Intern Itjen, yang bertujuan untuk merumuskan rencana pengawasan yang relevan dengan tantangan yang sedang/akan dihadapi Kementerian Keuangan;
  2. Penganggaran dan Belanja Berkualitas, yang bertujuan untuk merumuskan peran sentral Itjen dalam mewujudkan spending better practices yang dapat meningkatkan kualitas belanja negara melalui implementasi konsep baru penganggaran berbasis kinerja;
  3. Sumber Daya Manusia dan Organisasi berbasis Teknologi, yang bertujuan untuk merumuskan peran Itjen di dalam mendukung pengembangan SDM dan struktur organisasi Kementerian Keuangan dalam mewujudkan data-driven decision-making yang memberikan nilai tambah bagi Kementerian Keuangan.

 

Dari ketiga materi utama ini diharapkan dapat diumuskan rencana pengawasan 2020 yang relevan dengan rencana strategis Kementerian Keuangan dan upaya mewujudkan budaya kerja yang agile antar inspektorat, strategi dan langkah kerja pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja, serta kerangka pikir pengembangan SDM dan Organisasi berbasis teknologi.




ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN