Tandatangani Kontrak Kinerja, Itjen Siap Hadapi Tantangan 2020

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-01-30 10:50:36
Galeri Berita Utama Liputan Utama Tanpa Kategori Liputan Khusus





Jakarta, 30 Januari 2020 - Komitmen Kemenkeu dituangkan dalam bentuk kontrak kinerja yang ditandatangani setiap tahunnya. Pagi ini, Inspektorat Jenderal menyelenggarakan penandatanganan Kontrak Kinerja untuk Kemenkeu Two hingga Kemenkeu Five di aula R.M. Notohamiprodjo Badan Kebijakan Fiskal.

 

Sebelumnya, Irjen Sumiyati telah menandatangani Kontrak Kinerja 2020 bersama Menteri Keuangan dan eselon satu lainnya. Irjen Suimyati menyatakan bahwa dalam menyusun strategi 2020, terdapat perubahan dalam menetapkan balance scorecard. Berdasarkan pengalaman Irjen Sumiyati sejak masih bekerja di Biro Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Jenderal, dulu saat menyusun balance scorecard prosesnya masih tidak beraturan. Ia mencontohkan pula dulu KPI (Key Performance Indicators) yang dicanangkan tidak jelas DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) nya. Selain itu, informasi keuangan yang dibutuhkan sangat fragmented dan sulit untuk diperoleh. Namun tentunya tiap tahun, Kementerian Keuangan terus melakukan pembenahan hingga saat ini kualitasnya semakin baik dan terintegrasi.

 

Irjen Sumiyati juga menegaskan bahwa efektivitas dan efisiensi anggaran kita masih memprihatinkan. Selama ini penghematan sudah terus diupayakan, tetapi belum cukup. Setelah ditelusuri, ternyata penyebabnya adalah arsitektur kinerja yang belum baik. Untuk itu, Menteri Keuangan meminta perhatian lebih bagi seluruh pegawai Kementerian Keuangan untuk menata ulang arsitektur kerja yang lebih mumpuni di tahun 2020.

 

Menghadapi tahun yang baru tentunya kita perlu berkaca dari pengalaman terdahulu. Banyak ujian yang dihadapi di tahun lalu seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional, instabilitas perekonomian global, serta penurunan penerimaan perpajakan. Kendati demikian, Kementerian Keuangan tetap meneruskan kebijakan yang ada tanpa pemotongan anggaran K/L. Dengan kerja keras seluruh pihak untuk mengatasi tantangan ini, semua kewajiban pemerintah dapat terpenuhi. Dari pengalaman inilah Irjen Sumiyati mengajak hadirin untuk mengambil pelajaran dalam menghadapi tantangan kedepannya.

 

Oleh karenanya setiap inspektorat tidak boleh bekerja sendiri-sendiri, melainkan bersinergi menyatukan kekuatan. Bukan tanpa alasan, kegiatan-kegiatan yang sebelumnya dikelompokkan tersendiri pun nantinya akan disinergikan. Sinergi ini merupakan sebuah keharusan dalam mengikuti arahan Menteri Keuangan. Inspektorat Jenderal dan Sekretariat Jenderal harus turut menjaga agar setiap hal yang dicanangkan setiap eselon satu dapat terpenuhi.

 

Usai arahan Irjen Sumiyati, acara beranjak ke agenda utama yakni penandatanganan Kontrak Kinerja dan Piagam Manajemen Risiko 2020. Penandatangan dimulai oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal dan kemudian diikuti oleh para inspektur, pejabat fungsional, dan pejabat struktural. Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh hadirin.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN