Bersama Tingkatkan Kapabilitas APIP Nasional

oleh Ichsan Atmaja, diterbitkan pada 2020-01-31 11:15:33
Liputan Khusus Liputan Utama Galeri Berita Utama



 


Jakarta, 31 Desember 2020 - IACM atau Internal Audit Capability Model telah menjadi salah satu alat pengukur efektivitas unit audit intern di sektor publik. IACM digunakan untuk menilai dan meningkatkan kapabilitas APIP yang dilakukan secara mandiri, demi memenuhi persyaratan tata kelola unit audit internal yang profesional.


Itjen Kemenkeu menjadi unit audit intern pemerintah pertama yang mencapai level 3 dari 5 level IACM pada tahun 2011. APIP yang telah mencapai level 3 atau yaitu integrated, dianggap mampu melakukan evaluasi program, evaluasi kebijakan, memberikan layanan konsultasi sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas mitra yang diawasi. Urgensi peningkatan kapabilitas APIP didorong salah satunya dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2015 lalu di Jakarta, bahwa dalam 5 tahun ke depan, diharapkan 85% APIP nasional berada pada level 3 IACM (integrated).


Sebagai upaya untuk meningkatkan kapabilitas, pagi ini (31/01) Inspektorat Provinsi beserta Inspektorat Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah berkunjung untuk melaksanakan koordinasi peningkatan kapabilitas APIP ke Itjen Kemenkeu. Seluruh Inspektorat Kabupaten/Kota serta Provinsi Jawa Tengah ingin melihat upaya yang dilakukan Itjen Kemenkeu untuk akhirnya mencapai self assessment level 4 IACM pada tahun 2019. Inspektur Provinsi Jawa Tengah Hendri Santosa, berharap kunjungan kali ini dapat menambah wawasan para inspektur mengenai desain dan sistem pelaksanaan audit yang efektif untuk peningkatan kapabilitas unit audit internal di masing-masing daerah.


Irjen Sumiyati dalam sambutannya menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan saat ini sedang menuju data driven organization, di mana seluruh pelaksanaan tugas hingga pelayanan diharapkan well connected dan tersambung satu sama lain. Itjen sebagai APIP Kemenkeu, tidak hanya merespon perubahan tersebut, namun juga mengantisipasi semua kemungkinan dan risiko yang akan muncul atas perubahan itu. “Untuk mewujudkan hal tersebut, tidak hanya sarana dan prasana yang disiapkan, namun juga change management-nya. Roadmap ke arah sana juga telah kami siapkan”, ujar Sumiyati.


Selain sambutan dari Irjen Sumiyati, kunjungan kerja ini juga menghadirkan beberapa narasumber untuk menjelaskan berbagai upaya peningkatan kapabilitas Itjen kemenkeu melalui diskusi panel. Diskusi panel dibuka oleh Sekretaris Itjen Kemenkeu Bambang Karuliawasto yang menjelaskan secara singkat mengenai struktur organisasi serta tugas dan fungsi Itjen Kemenkeu. Dilanjutkan dengan pemaparan mengenai upaya peningkatan kapabilitas Itjen mulai dari level 3 hingga level 4 IACM yang disampaikan oleh Kepala Bagian Organisasi dan Analisis Hasil Pengawasan (Kabag OAHP) Ahmad Ghufron.


Pembentukan Inspektorat Bidang Investigasi dan pelaksanaan audit kinerja pada tahun 2004 merupakan langkah pertama Itjen untuk mencapai IACM level 3. Seiring dengan berjalannya waktu, Itjen Kemenkeu terus mengembangkan beragam tools, kebijakan, sistem, dan penyesuaian untuk meningkatkan efektivitas audit internal. “Itjen Kemenkeu selalu melakukan continual improvement atau reformasi birokrasi. Kami juga selalu melihat update dari IIA dan melakukan berbagai macam penyesuaian terhadap perkembangan IACM”, jelas Ghufron.

 

Ahmad Ghufron juga memaparkan bagaimana perjalanan Itjen untuk menuju IACM level 4 yang tidak mudah. Sejak 2017, Itjen telah melakukan penilaian maturitas SPIP, memperbaiki area of improvement, dan melakukan repeat assessment. Pembentukan komite audit, penerapan Risk and Control Matrix dan Fraud Risk Scenario, pelaksanaan Quality Assessment BPKP, serta tindak lanjut area of improvement telah digarap Itjen selama tahun 2018. Sedangkan di 2019, Itjen juga telah melakukan berbagai pengembangan mulai dari membuat framework penguatan UKI, membangun war room untuk data analytics auditor, menerapkan konsep open space pada ruang kerja auditor, melaksanakan piloting data analytics, dan melaksanakan e-reviu, yang kemudian membawa Itjen mencapai self assessment level 4 IACM.


Inspektur VII Robert Gonijaya ikut memberikan pemaparan terkait audit kinerja di Itjen Kemenkeu. Itjen telah menyusun standar audit kinerja yang dapat dijadikan pedoman pelaksanaan audit kinerja untuk seluruh APIP. Robert Gonijaya menjelaskan secara ringkas audit kinerja mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.


Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Bagian Sistem Informasi Pengawasan Yudhy Haryanto yang menjelaskan mengenai pemanfaatan database elektronik untuk data analytics. Itjen telah membuat timeline dan change management pengembangan data analytics sebagai respon atas pergerakan Kemenkeu menuju data driven organization. Pada sesi ini, Yudhy juga memaparkan progres Itjen dalam roadmap data analytics juga contoh-contoh penerapannya di Itjen.


Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota Jawa Tengah juga diajak melihat beberapa fasilitas pelaksanaan audit di Itjen, mulai dari open space auditor, laboratorium pengawasan Itjen, serta war room Itjen Kemenkeu. Kunjungan kerja kali ini diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi para unit audit internal di daerah dan membuka lebih banyak ruang untuk pertemuan selanjutnya demi peningkatan kapabilitas APIP nasional.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN