Berbagi Cara Sapu Bersih Pungutan Liar Ala Kemenkeu

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-02-03 08:31:40
Liputan Utama Liputan Khusus Tanpa Kategori Berita Utama Galeri




Jakarta, 3 Februari 2020 - Operasi Sapu Bersih (Saber) pada awalnya merupakan istilah bagi operasi yang dilaksanakan satuan kepolisian untuk membersihkan ranjau paku di jalanan.  Sejak 2016, berdasarkan arahan Presiden istilah ini diadopsi untuk pembentukan satuan petugas sapu bersih pungutan liar (Satgas Saber Pungli). Tepat rasanya penggunaan istilah ini, sebab paku dan pungli memiliki kesamaan. Meskipun kecil, keduanya sama-sama dapat melukai masyarakat.

 

Di tahun 2019 lalu, Kementerian Keuangan membentuk Satgas Saber Pungli Kemenkeu di bawah naungan Inspektorat Jenderal. Meski muda usianya, Satgas Saber Pungli Kemenkeu tetap menjadi role model bagi Kementerian/Lembaga lain. Sebagai bukti, Jumat (31/01) Itjen Kemenkeu mendapat kunjungan studi banding Itjen Kementerian Perhubungan terkait Saber Pungli.

 

Bertempat di LPIK Lantai 13, Auditor Madya Inspektorat Bidang Investigasi Nur Achmad membuka kegiatan ini dengan overview Satgas Saber Pungli Kemenkeu. Dimulai dari dasar hukum pembentukan hingga kegiatan Satgas Saber Pungli itu sendiri.

 




Topik pembahasan ini memantik semangat peserta untuk berdiskusi. Salah satu diskusi menarik antara lain mengenai case study Saber Pungli di Kemenkeu.

 




Tak berhenti disini, kunjungan kali ini juga sekaligus mempelajari lebih dalam mengenai Survei Penilaian Integritas (SPI). Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Subbagian Proses Pengembangan Bisnis Nanang Prasetyo, yang sebelumnya menjabat Kepala Subagian Manajemen Kinerja dan Risiko yang mengurus pelaksanaan SPI. Ia menjelaskan secara detail mulai dari metodologi, pelaksanaan survei, hingga komponen penilaian.

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN