Mengenali Pita Cukai Desain Baru

oleh Hafidz Muzakki, diterbitkan pada 2020-02-06 10:37:10
Berita Utama Liputan Utama Galeri




Jakarta, 30 Januari 2020 – Inspektorat Jenderal Kemenkeu melalui Inspektorat II mengikuti workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain Tahun 2020 bertempat di Aula Gedung Kalimantan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Teknis Fasilitas Cukai DJBC ini juga diikuti oleh perwakilan pejabat/pegawai DJBC seluruh Indonesia lainnya.

Pemenuhan undangan sebagai peserta workshop kali ini sebagai salah satu wujud pemahaman proses bisnis klien pengawasan Itjen. Dengan semakin memahami proses bisnis klien pengawasan maka pengawalan yang dilakukan Itjen akan semakin tepat guna. Oleh sebab itu Itjen akan selalu mendukung program kerja klien pengawasan yang selalu berkembang menuju kea rah yang lebih baik.

Acara tersebut dibuka oleh Direktur Teknis Fasilitas dan Cukai Nirwala Dwi Heryanto. Nirwala menyampaikan bahwa memasuki bulan Februari ini, perlunya perhatian lebih dari pegawai/pejabat di lingkungan Bea dan Cukai atas dua hal terkait pita cukai yaitu pelaksanaan stok opname, dan pengawasan atas batas pelekatan pita cukai desain tahun 2019.



Disampaikan juga oleh Nirwala bahwa dalam pelaksanaan stok opname pita cukai tersebut pejabat/pegawai DJBC tidak hanya semata-mata menghitung stok pita cukai yang tersisa, namun juga harus memperhatikan catatan-catatan mutasi atas barang kena cukai. Hal ini disampaikan karena isu tersebut beberapa kali muncul dalam hasil pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal.

Penyelenggaraan workshop tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang desain dan sekuriti pita cukai desain tahun 2020.  Selain itu peserta juga diajak untuk melakukan pengujian dan identifikasi pita cukai menggunakan beberapa alat sederhana seperti kaca pembesar, lampu UV, jarum dan cairan kimia. Praktek pengujian ini dilakukan agar peserta dapat mengidentifikasi pita cukai asli sebagai upaya pengawasan atas pita cukai ilegal yang masih beredar di masyarakat. Keberadaan pita cukai ilegal hingga tahun 2019 telah berhasil ditekan hingga mencapai angka 3,03%.

Agung Wibowo dari Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC juga memaparkan terkait kinerja pengawasan selama tahun 2019 dan tantangan yang dihadapi pada tahun 2020. Tantangan tersebut diantaranya mengenai kebijakan kenaikan tarif cukai yang cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikhawatirkan dapat meningkatkan peredaran rokok ilegal.

Pemahaman atas desain pita cukai dan keamanan serta update isu terkini perihal pita cukai ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi pegawai Inspektorat Jenderal khususnya Inspektorat II sebagai unit pengawas internal DJBC sehingga nantinya dapat berfungsi memberikan saran perbaikan assurance.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN