Maju Bersama Mengawal Keuangan Negara

oleh Hafidz Muzakki, diterbitkan pada 2020-02-07 03:58:54
Liputan Utama Berita Utama Galeri




Jakarta, 6 Februari 2020 - Dalam menjalankan tugasnya di bidang pengawasan, Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan dibantu oleh Komite Audit. Periode 2020 – 2021 telah dibentuk kembali Komite Audit dan Sekretariat Komite Audit dengan KMK No. 15/KMK.09/2020. Periode kali ini keanggotaan komite audit mengalami perubahan dengan masuknya Staff Ahli Menkeu Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi Sudarto sebagai anggota merangkap ketua komite audit. Sedangkan dua lainya merupakan anggota lama yakni Binsar H. Simanjuntak dan Dian Puji N. Simatupang.

Kamis sore (6/2) Inspektur Jenderal Sumiyati menerima kunjungan Komite Audit Kemenkeu di Ruang Rapat Irjen Lantai 4 Gedung Djuanda 2. Hadir pula para inspektur dan anggota sekretariat komite audit. Irjen Sumiyati menyampaikan bahwa di tahun ini Inspektorat Jenderal mengikuti program redesign sistem perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja. Sehingga pengawasan dibagi menjadi lima tema yaitu pendapatan, belanja, kebijakan fiskal, perbendaharaan, dan dukungan manajemen. “Mudah-mudahan nanti perencanaan dan penganggaran kita bukan berbaju kinerja tapi benar-benar penganggaran yang berbasis kinerja”, ungkapnya.



Sumiyati juga menyampaikan berbagai perkembangan yang telah dialami oleh Itjen di tahun 2019. Diantaranya, Itjen mulai membangun data driven organization dan sudah digunakan dalam melakukan audit.  Kemudian, Level IACM Itjen yang saat ini sudah mencapai level 4 dengan catatan. Diharapkan catatan tersebut bisa hilang di tahun ini. Terkait SDM, Itjen telah menerapkan zero growth dengan mengganti yang pensiun dan benar-benar menata ulang tata kelola SDM di Itjen. “IT sudah diterapkan dengan sedemikian masif benefitnya, tapi kenapa sih kok SDM-nya juga masih nambah terus?”, tanya Sumiyati.

Masuk ke inti, Sumiyati menyampaikan bahwa sekarang ini Itjen benar-benar ingin mengarah ke trusted advisor dari yang sebelumnya wacthdog. Dalam hal ini Itjen mulai mengawal sejak program tersebut mulai diinisiasi hingga selesai. Hal ini telah dirasakan manfaatnya oleh mitra audit sehingga sekarang sudah mulai dekat dengan Itjen. Berbeda dengan dulu ketika audit di Itjen masih post audit, banyak mitra audit belum aware. Selain itu juga dipaparkan program penguatan UKI dan penguatan pengawasan APIP K/L dan pemda melalui AAIPI.



Ketua Komite Audit sekaligus Staf Ahli Menkeu Bidang OBTI sepakat dengan Irjen agar lebih mengawal program strategis di Kemenkeu sehingga tujuan yang telah ditetapkan tercapai dengan baik. Lebih lanjut, Sudarto memaparkan program kerja Komite Audit tahun 2020 dalam mengawal program strategis Kemenkeu bersama Itjen. Sementara Dian Puji N. Simatupang menegaskan, dalam rangka meminimalisasi risiko ada tiga hal yang harus dibangun dalam konsep pengawasan yaitu kemanfaatan, keadilan dan kepastian hukum. Jika ketiga hal tersebut tercapai, tujuan keuangan negara dalam mencapai tujuan bernegara dapat berhasil. Terakhir, Binsar H. Simanjuntak menyampaikan bahwa komite audit adalah strategic partner Itjen. “Bukannya menambah peran pengawasan namun sebagai pendamping sehingga setiap langkah komite audit harus ada Irjen di samping”, ungkapnya.

Sumiyati berharap kerja sama yang baik dan intensif akan semakin kuat sehingga itjen benar-benar bisa bekerja secara maksimal untuk memberikan nilai tambah terhadap Kemenkeu dan kawan-kawan eselon satu lainnya dapat fokus mencapai target. Untuk kawan-kawan Itjen, agar terus membangun komitmen untuk maju bersama komite audit. “Komite audit disini bukan ngerecokin kita tapi justru men-support kita, sebagai tempat kita berkonsultasi memecahkan berbagai tantangan, gangguan, godaaan dan hambatan yang ada di hadapan kita, supaya kita benar-benar maju bersama”, pungkasnya.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN