Bekal Kepatuhan untuk Mitigasi Risiko

oleh Hafidz Muzakki, diterbitkan pada 2020-02-12 10:53:57
Galeri Liputan Utama Berita Utama




Jakarta, 11 Februari 2020 - “Kepatuhan tidak bisa ditawar di Inspektorat Jenderal,” tegas Irjen Sumiyati dalam pelantikan Agus Arbiyanto sebagai Kepala Bagian Kepatuhan dan Verifikasi Kekayaan Pegawai (KVKP). Itjen bertugas memastikan mitra pengawasan mematuhi peraturan yang berlaku. Sebagai penegak aturan tentunya Itjen harus bisa menjadi role model dalam hal kepatuhan. Agus kini bertanggung jawab memastikan Itjen benar-benar memenuhi peran tersebut. Pada pelantikan yang dilaksanakan Selasa (11/2) di Ruang Rapat Lantai 12 ini, turut dilakukan serah terima jabatan dari Plt. Kabag KVKP Ahmad Ghufron pada Agus selaku Kabag KVKP yang baru.

Aturan tidak bisa dikorting, tetapi Itjen harus tetap luwes menghadapi banyak tantangan. Terlebih peran Itjen sebagai strategic partner semakin terasa dibutuhkan oleh mitra pengawasan. Itjen harus selalu update isu-isu terkini yang menyangkut keuangan negara.



Saat ini ketidakpastian ekonomi global semakin berat. Wabah virus Corona juga berdampak signifikan bagi perekonomian dunia. Tidak hanya di level industri, dampaknya terasa hingga level rumah tangga tertama bagi masyarakat menengah kebawah. Irjen Sumiyati mencontohkan maraknya pemberitaan kenaikan harga bawang putih akibat pembatasan impor bawang putih dari China. Kenaikan harga barang-barang kebutuhan rumah tangga membuka kemungkinan adanya tambahan subsidi untuk masyarakat. Selain itu, ada juga kemungkinan kebutuhan imunisasi di masa mendatang. Untuk itu, Itjen harus siap mengawasi kebijakan-kebijakan yang diambil untuk menangani isu-isu ini yang tentunya akan berpengaruh pada APBN.

Isu isu tersebut harus dipahami betul oleh Itjen karena risiko risiko yang ada akan berpengaruh pada mitra pengawasan. Irjen Sumiyati mewanti-wanti punggawanya untuk memperketat mitigasi risiko. Semakin siap menghadapi suatu risiko, maka dampak negatif bisa semakin diminimalisasi.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN