Memahami Kunci Konstruksi Organisasi melalui Architecture Enterprise

oleh Kurnia Fitri Anidya, diterbitkan pada 2020-03-11 08:57:58
Liputan Utama Menu Galeri Liputan Khusus Berita Utama


  


Jakarta—Mendalami Kebijakan Arsitektur Enterprise dan implementasinya di Kementerian Keuangan dirasa perlu bagi pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Oleh karena itu, Selasa  (10/3) lalu diselenggarakan Workshop Enterprise Architecture di ruang rapat lantai 11 gedung Djuanda 2. Workshop ini mengundang Rizal Fathoni Aji (Dosen Universitas Indonesia) sebagai pembicara.

Pada dasarnya perspektif arsitektur diturunkan secara bertahap dengan tiga lapisan yaitu, Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem Informasi, dan Arsitektur Teknologi. Pada workshop kali ini membahas Arsitektur  Teknologi Informasi (TI) lebih mendalam.

Arsitektur TI merupakan rancangan TI organisasi secara utuh (bukan departemental), berikut manfaat Arsitektur TI:

  1.       Memastikan keselarasan proyek-proyek implementasi TI untuk tiap bagian dengan strategi organisasi.
  2.    Memastikan kompatibilitas/interoperabilitas, antar komponen-komponen TI lintas bagian dengan standarisasi.
  3.      Memastikan utilitas dengan meminimasi duplikasi melalui penggunaan bersama (sharing) komponen-komponen TI lintas bagian.


 


Arsitektur TI merupakan acuan bagi Program Management Office (PMO) dalam mengevaluasi kelayakan, prioritas, dan mengontrol pelaksanaan proyek-proyek implementasi.

Perancangan arsitektur TI dilakukan menggunakan framework enterprise architecture, antara lain:

     Zachman framework

     TOGAF (The Open Group Architecture Framework)

Idealnya, pemanfaatan TI tidak hanya sebatas pada otomasi (komputerisasi) proses kerja organisasi. Namun, pemanfaatan TI juga mentransformasikan organisasi menjadi lebih efektif dalam menjalankan misinya dan efisien dalam menggunakan sumber dayanya. Teknologi Informasi harus mampu menjadi enabler (syarat bagi realisasi) strategi organisasi dan berimplikasi pada perombakan cara kerja organisasi (Business Process Reengineering).

 

 

 

 

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN