Workshop Kesehatan Mental "Flexible Working Space for The New Normal"

oleh Kurnia Fitri Anidya, diterbitkan pada 2020-06-05 09:26:52
Liputan Utama Liputan Khusus


Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar dalam aspek kehidupan manusia. Saat ini, bekerja, belajar, beribadah, hingga belanja dan aktivitas lainnya lebih banyak dikerjakan dari rumah demi mengurangi interaksi tatap muka dan laju persebaran virus. Namun perlahan kita akan memulai kembali aktivitas di luar rumah dengan menerapkan fase kenormalan baru. Berbagai perubahan yang masif ini pasti membawa dampak terhadap diri kita, baik fisik maupun mental. Perubahan ini juga dapat membawa ambivalensi atau kebimbangan yang bisa mengganggu psikologis kita.

Karenanya, selain menyiapkan diri dengan protokol kesehatan terkini, kita juga perlu menjaga kesehatan psikologis dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Untuk itu Itjen Kemenkeu menyelenggarakan Workshop Kesehatan Mental bertajuk Flexible Working Space for The New Normal dengan mengundang Psikolog Klinis di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Lathifah Hanum.



 


Dalam pembukannya, Irjen Sumiyati menyampaikan bahwa perubahan budaya kerja yang terjadi selama 2-3 bulan terakhir merupakan bukti bahwa pekerjaan dapat terlaksana dengan baik walau tanpa bertemu fisik. Namun, WFH juga memiliki tantangan tersendiri. Bekerja tidak mengenal batas waktu dan tempat serta tekanan bekerja cepat dan efektif, dapat berdampak pada kesehatan mental pegawai.

Karena itu, sejak awal Kementerian Keuangan memulai Work From Home, Irjen Sumiyati telah meminta psikolog Itjen Kemenkeu untuk memantau masalah-masalah para pegawai selama bekerja di rumah, terutama yang sudah berkeluarga. Itjen Kemenkeu juga telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang pekerjaan para pegawai.





Psikolog Lathifah Hanum menyampaikan 3 poin besar pada workshop ini yaitu tips menghadapi perubahan, mengelola stress, dan regulasi emosi. Latifah menyatakan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktivitas masyarakat terutama dalam pekerjaan, dapat membuat seseorang memilih mundur untuk melakukan perubahan. Untuk itu, perlu dipahami perubahan itu sendiri.

Terkait stres, Psikolog Lathifah memberikan tips mengatasi stress yang terjadi akibat perubahan budaya kerja. Menurutnya, stress adalah sesuatu yang sangat normal. Namun, stres juga perlu dikelola agar tidak menyebabkan distress atau stres yang menyebabkan dampak negatif seperti bosan, lelah, atau bahkan menyakiti diri sendiri.

Selain itu, Psikolog Lathifah juga memberikan tips mengenai regulasi emosi untuk menjaga kesehatan psikologis. Prosesnya dimulai dengan mengenali penyebab emosi, mengidentifikasi cara yang dapat dilakukan untuk meredakan emosi, dan melakukan rekreasi. Dalam masa pandemi ini, rekreasi yang dilakukan dapat berupa kegiatan membaca buku, memasak, bernyanyi, bermain games, mengobrol santai, menonton film, atau aktivitas menyenangkan lainnya yang kita sukai.

Acara ini diharapkan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya  menjaga kesehatan mental di saat pandemi. Dengan demikian, produktivitas dan work-life balance dapat dicapai oleh masing-masing individu, terutama pegawai Itjen.

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN