Kami Kemenkeu: Satu Keluarga, Satu Visi, Mengawal Pemulihan Ekonomi

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-06-20 16:25:17
Liputan Utama Berita Utama Tanpa Kategori


 

Jakarta, 19 Juni 2020 - Sejak masuk ke Indonesia Maret 2020 lalu, pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai perubahan drastis dalam tatanan kehidupan masyarakat. Pembatasan interaksi sosial tatap muka dalam skala besar menjadi upaya yang diambil pemerintah untuk memutus rantai penyebaran pandemi. Ternyata, upaya ini membawa konsekuensi besar khususnya dalam bidang ekonomi.

Terbatasnya aktivitas di luar rumah menghambat arus produksi-konsumsi masyarakat dan memberikan gejolak besar dalam perekonomian. Selain itu, penurunan daya beli masyarakat, penurunan investasi, gangguan kinerja dunia usaha, disrupsi rantai pasokan global, hingga gangguan pada stabilitas sistem keuangan membawa kinerja ekonomi Indonesia menurun tajam. Pertumbuhan ekonomi bahkan diproyeksikan tumbuh negatif sebesar -0,4 sampai dengan 1,0 selama tahun 2020.

Peran Kementerian Keuangan saat ini menjadi sangat krusial. Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara, dituntut untuk dapat mengambil tindakan yang cepat, agresif, dan extraordinary. Namun tetap menjaga kehatian-hatian, akuntabilitas, serta berdasar pada pertimbangan yang matang.

Untuk itu, berbagai kebijakan extraordinary dalam bidang keuangan dan ekonomi disusun. Pemerintah telah merevisi dan memfokuskan APBN untuk belanja kesehatan, pengeluaran untuk jaring pengaman sosial, dan pemulihan perekonomian. Disamping menyusun berbagai kebijakan, tentu Kementerian Keuangan juga menghadapi tantangan lainnya. Tantangan berupa tekanan masyarakat akibat terhambatnya proses penyaluran dana bantuan sosial, judicial review peraturan perundang-undangan bersamaan dengan revisi APBN, perubahan berbagai formulasi kebijakan keuangan negara, potensi korupsi yang lebih besar dalam pengelolaan APBN, hingga kondisi pasar yang bergejolak akibat kepanikan massal. Semua ini merupakan tekanan besar bagi Kementerian Keuangan yang membutuhkan kerja keras seluruh pihak untuk mengatasi tantangan tersebut dan menjaganya agar tidak meluas

Hingga akhir Mei 2020, tekanan APBN mulai terlihat. Total penerimaan merosot sembilan persen, sementara belanja meningkat. Ini mengakibatkan defisit APBN yang lebih besar, defisit mencapai angka 179 Triliun. “Oleh karena itu saya minta kepada jajaran Kementerian Keuangan, mari kita bersama-sama bekerja sebagai satu keluarga. Menghadapi tantangan yang tidak mudah, tidak setiap tahun, tidak setiap dekade, bahkan tidak setiap 50 tahun. Ini adalah tantangan satu abad sekali. Dan kita ada di sini, menghadapi, dan mengelolanya.” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Town Hall Meeting 2020 yang bertajuk, Kami Kemenkeu: Satu Keluarga, Satu Visi, Mengawal Pemulihan Ekonomi, pagi ini (19/06).

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap bahwa seluruh jajaran Kementerian Keuangan memiliki solidaritas rasa, bahwa yang dihadapi saat ini adalah tekanan yang luar biasa. Sehingga membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan antisipatif, agar tekanan ini dapat dikelola dengan baik dan perekonomian negara kembali sehat.

Dalam Town Hall Meeting yang berlangsung melalui Youtube Live Kementerian Keuangan, Menkeu memaparkan kondisi perekonomian dan upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan pemerintah untuk menangani dan memulihkan ekonomi. Menkeu juga memakai kesempatan ini untuk menumbuhkan rasa berjuang bersama dalam keluarga Kementerian Keuangan, menumbuhkan sinergi, dan menyelaraskan informasi yang valid dan tepercaya dalam upaya Kemenkeu menjaga negara.

Menteri Keuangan juga menyampaikan survei terkait Work From Home dan aspirasi pegawai dalam masa transisi menuju new normal. Menkeu mengingatkan agar para pegawai tidak mengurangi nilai-nilai Kemenkeu walau bekerja dari rumah. “Value Kemenkeu tidak boleh compromised atau turun karena kita WFH,” tegasnya. Integritas, profesionalitas, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan, tidak boleh hilang di manapun dan bagaimana pun kita bekerja.

Pegawai Kementerian Keuangan juga diharapkan dapat beradaptasi terhadap budaya kerja baru yang sedang dipersiapkan dalam transisi menuju new normal. Menkeu optimis bahwa para Pegawai Kementerian Keuangan pasti mampu, bahkan sanggup memunculkan inovasi dan kreativitas dalam budaya kerja yang baru ini.

“Tetap bekerja dengan mindset yang positif. Cara berpikir yang positif, cara berpikir yang konstruktif, jadilah manusia yang baik. Itu baik untuk anda secara pribadi, tapi itu juga bagus untuk Kementerian Keuangan dan saya yakin itu baik untuk Indonesia. Selamat bekerja kepada semuanya, terus bersemangat, jangan lelah mencintai Republik Indonesia dengan memberikan karya yang terbaik.” tutup Menkeu SMI.

 




ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN