Rakerpim Tengah Tahun 2020: Perhatian Ekstra untuk Kebijakan Extraordinary

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-06-23 09:21:39
Liputan Utama Liputan Khusus Berita Utama




Presiden Joko Widodo pada Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 677,2 T untuk percepatan penanganan COVID-19 yang disebar ke berbagai sektor terdampak.

Besarnya anggaran program penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, serta eksekusi yang dituntut cepat, efektif, dan akuntabel. Tentunya hal ini membutuhkan pengawalan yang ketat untuk memastikan efektivitas program dan mencegah terjadinya moral hazard.

Presiden Jokowi pun mengingatkan kepada para APIP untuk terus fokus kepada pencegahan dan perbaikan tata kelola. Kerja sama dengan lembaga pemeriksa eksternal dan Aparat Penegak Hukum juga harus terus dibangun. Aparat pengawasan internal diminta agar mampu membangun sistem peringatan dini untuk mencegah adanya potensi-potensi masalah di masa depan, sehingga dapat memperkuat tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.

Inspektorat Jenderal Kemenkeu sebagai pengawas internal Kementerian Keuangan harus mampu meningkatkan pendekatan pengawasannya agar lebih strategis, responsif, tepat waktu, serta dapat mengantisipasi dan memitigasi potensi permasalahan yang ada. Itjen juga harus dapat mengantisipasi perubahan ini dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk aktivitas pengawasan, termasuk dukungan kebijakan, serta change management agar pelaksanaan tugas dan fungsi Itjen tetap berjalan secara efektif di era new normal.

Pagi ini, 23 Juni 2020, Itjen Kemenkeu menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan Inspektorat Jenderal Tengah Tahun 2020 dengan tema: “Mewujudkan Itjen yang Strategis, Responsif, dan Antisipatif dalam Mengawal Pencapaian Tujuan Strategis Kementerian Keuangan di Era New Normal

Rangkaian acara Rakerpim Itjen Tengah Tahun 2020 diselenggarakan mulai tanggal 23 Juni 2020 hingga 26 Juni 2020. Selama empat hari, kegiatan Rakerpim dilaksanakan melalui diskusi tatap muka dengan protokol kesehatan dan mekanisme rapat virtual serta webinar.

Pemilihan tema Rakerpim kali ini merupakan wujud nyata implementasi kegiatan pengawasan internal Itjen yang agile dan responsive terhadap isu-isu terkini, khususnya terkait penanganan COVID-19 dan Program PEN. Rakerpim ini juga bertujuan untuk merumuskan pendekatan pengawasan Itjen yang efektif secara end-to-end, langkah strategis dalam mengawal dan mengantisipasi temuan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, mekanisme dan dukungan kebijakan audit berbasis digital, serta desain change management dalam menghadapi era new normal.



Irjen Sumiyati dalam sambutannya berharap bahwa Itjen mampu menjaga reputasi Kementerian Keuangan terutama dalam masa pandemi ini. Itjen senantiasa responsif dan terus memastikan Governance, Risk, and Control Kemenkeu serta program pemerintah terjaga dengan baik.

“Dokumentasikan seluruh hal yang-benar-benar terjadi,” ungkap Irjen Sumiyati. Berbagai kebijakan extra ordinary tentunya mencakup banyak hal-hal baru dengan banyak risiko yang membutuhkan perhatian ekstra. Kedepannya, pendokumentasian yang mumpuni akan semakin mendukung pertanggungjawaban kinerja pemerintah yang berkualitas.

Pembatasan interaksi tatap muka juga tidak boleh menjadi alasan penurunan kualitas pengawasan internal yang dilakukan oleh Itjen Kemenkeu. Irjen Sumiyati memberikan tantangan kepada para auditor untuk tetap membangun kepercayaan mitra dengan membangun komunikasi yang baik walau tanpa bertemu fisik.

“Kami harapkan betul, kita dapat bersinergi untuk bersama-sama membangun pengawasan yang efektif, menjaga reputasi Kemenkeu, menumbuhkan kepercayaan masyarakat, dan menjadi mentor bagi APIP lainnya.” tegas Irjen Sumiyati.

Pembukaan Rakerpim hari ini turut mengundang Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi Kemenkeu Sudarto yang membahas materi terkait pengelolaan transformasi digital Kemenkeu RI menyongsong new normal. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Hidayat Amir yang menjelaskan mengenai update gambaran makroekonomi dan kebijakan fiskal pemerintah di tengah pandemi. Serta, Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Rofyanto Kurniawan yang memaparkan peran Itjen dalam mengawal Menteri Keuangan selaku BUN dan atau kekayaan negara yang dipisahkan. 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN