LNSW Giat Tanamkan Integritas di Usia Muda

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-08-06 14:01:59
Liputan Utama Berita Utama Liputan Khusus





Jakarta, 6 Agustus 2020 - Lembaga National Single Window (LNSW) merupakan lembaga yang terbilang baru. Melalui Perpres No. 44 Tahun 2018, LNSW dibentuk untuk melakukan pengelolaan dan penyelenggaraan sistem Indonesia National Single Window (INSW). Di usia yang masih muda inilah masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai Kementerian Keuangan, terlebih nilai integritas. Pagi ini, Irjen Sumiyati menyambangi seluruh pegawai LNSW dalam program “Irjen Menyapa” melalui pertemuan daring.

Meski terbilang baru, LNSW berhasil mencatatkan nilai yang memuaskan dalam Survei Penilaian Integritas (SPI). Karena usia yang muda, banyak pula catatan yang diterima LNSW untuk melakukan perbaikan. Kepala LNSW M. Agus Rofiudin dalam sambutannya menyatakan kesigapan LNSW menindaklanjuti catatan perbaikan tersebut.

Penguatan budaya integritas adalah hal yang utama. Agus mengungkapkan jajaran LNSW telah menyusun kesepakatan bersama terkait perbaikan perilaku integritas. Pembentukan unit kepatuhan internal diharapkan mampu mengawal kinerja LNSW. Tak luput pula peran Inspektorat Jenderal Kemenkeu untuk memberikan konsultasi terutama dalam hal governance.

Irjen Sumiyati mengapresiasi setinggi-tingginya usaha LNSW dalam melakukan perbaikan. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan perbaikan tersebut bergantung pada fondasi yang kuat, yakni integritas. Integritas harus selalu dirawat dan dijunjung tinggi. Integritas yang tercederai akan sulit dipulihkan, sehingga perlu dipantau setiap saat.

Hal terkait integritas yang menjadi perhatian lebih adalah tindak korupsi. Terdapat berbagai bentuk tindak korupsi, bahkan hingga hal-hal kecil yang mungkin tidak disadari. Korupsi juga bisa dimulai dari satu individu dan dengan adanya snowball effect akan menghasilkan korupsi sistematis, sehingga melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, tiap individu harus waspada akan bahaya ancaman korupsi.

Salah satu upaya menjaga integritas adalah dengan mengadakan SPI. Dari SPI ini diketahui bahwa salah satu komponen dengan nilai tertinggi di LNSW adalah Sistem Antikorupsi. Kendati demikian, Irjen Sumiyati melarang untuk berpuas diri, karena dalam menjaga integritas harus terus melihat ke atas. Negara-negara di dunia dengan sistem antikorupsi terbaik memiliki nilai SPI lebih dari 99. Irjen Sumiyati menantang jajaran LNSW untuk mampu meraih nilai tersebut. Terlebih dengan usia LNSW yang masih muda, sehingga masih besar peluang untuk membangun budaya integritas yang kuat.

 

 

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN