Empat Kiat Simetris Tetap Eksis Hadapi Krisis

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-10-05 07:38:58
Tanpa Kategori


Oleh : Ika Hapsari

Tahun 2020 adalah tahun yang penuh kejutan sekaligus tantangan bagi Indonesia dan mayoritas negara-negara di dunia. Jauh di luar prediksi, sebuah virus yang awalnya mewabah di Kota Wuhan di Tiongkok menjelma menjadi sebuah pandemi global. Corona Virus Desease, yang kemudian dikenal dengan Covid-19 adalah nama virus yang menghebohkan dunia itu. Hingga tulisan ini dibuat (Jumat, 11/09 pukul 22.00 WIB) tercatat lebih dari 28 juta penduduk bumi terpapar dan 915.092 nyawa meninggal akibat virus ini, dilansir dari laman www.worldmeters.info. Tak ayal, pandemi ini melahirkan krisis kesehatan yang berdampak pada krisis ekonomi secara global. Roda perekonomian yang diwakili sektor industri, perdagangan, arus barang dan uang, dll yang mandeg sontak membuat pertumbuhan ekonomi di berbagai negara terkontraksi negatif.

Pertama kali diketahui pada Desember 2019, virus ini bergerak cepat seiring dengan mobilitas manusia. Respon cepat dilakukan untuk segera memutus penyebarannya yaitu membatasi perkumpulan dan interaksi langsung manusia dengan mekanisme jaga jarak atau physical distancing. Strategi yang gencar dilakukan oleh berbagai negara di dunia yaitu melakukan lockdown atau penguncian wilayah. Warga yang tinggal di wilayah yang dilakukan lockdown harus melakukan segala aktivitas dari rumah. Gerakan stay at home atau tinggal di rumah ramai dikampanyekan di permulaan penyebaran Covid-19 pada bulan Februari hingga Maret 2020. Di Indonesia sendiri pemerintah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 pada akhir Maret.  Hal ini menandai dimulainya seluruh aktivitas dari rumah yaitu bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

Tiga bulan berselang, pada awal Juli 2020 Presiden Jokowi memperkenalkan konsep adaptasi kenormalan baru atau ‘new normal’. Setelah vakum, mobilitas warga berangsur normal kembali. Meskipun belum sepenuhnya pulih, masyarakat tetap diminta melakukan aktivitas biasa dengan cara baru yaitu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Tetap Aktif dan Produktif di Masa Pandemi

            “Kebijakan belajar di rumah, kebijakan bekerja di rumah, kebijakan beribadah di rumah, jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan,” demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pada (Kamis,19/03) di Istana Merdeka. Selalu ada peluang di balik setiap tantangan. Momentum stay at home di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun adaptasi kebiasaan baru (new normal) jangan disalahartikan sebagai zona nyaman untuk berhenti berkarya atau bahkan menyerah dengan keadaan. Justru momentum ini harus dialihfungsikan menjadi periode untuk me-reset ulang seluruh rencana dan melahirkan inovasi baru. Berikut adalah 4 (empat) strategi agar tetap produktif selama masa pandemi yang belum diketahui pasti kapan akan berakhir ini.

1.      Ciptakan Peluang, Raih Keuntungan

Ruang gerak dan interaksi masyarakat yang terbatas membuat mereka cenderung untuk mengalihkan aktivitas pada ruang virtual. Penggunaan internet meningkat pesat semenjak PSBB diumumkan sebab semua aktivitas seperti bekerja dan meeting, belanja, belajar, dll dilakukan melalui koneksi internet. Hal ini terbukti dengan peningkatan pembelian barang secara daring melalui berbagai platform belanja online. Pandemi memang membawa keuntungan bagi sebagian usaha walaupun tak dapat dipungkiri juga membawa kerugian bagi sebagian yang lain. Katakan saja usaha di bidang pariwisata dan perhotelan, jasa yang berhubungan langsung dengan konsumen (seperti salon dan spa, pijat, dll), dan tempat-tempat hiburan harus mengalami penurunan omzet secara drastis bahkan harus gulung tikar.

Hasil survei sosial demografi atas dampak Covid-19 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap 87.379 responden menyebutkan bahwa 2,52% responden baru saja mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau penutupan kantor/tempat usaha di mana mereka bekerja. Sebanyak 18,34% lainnya masih bekerja namun untuk sementara dirumahkan. Dalam survei sejenis, sebanyak 4 dari 10 responden juga menyatakan terjadinya penurunan penghasilan. Hal ini disebabkan perusahaan yang melakukan efisiensi beban/biaya operasional seiring dengan penurunan omzet perusahaan.

a.      Mulai usaha minim modal dengan produk yang dibutuhkan pasar

Sebagai korban PHK atau pekerja yang mengalami penurunan pendapatan, hanya diam berpangku tangan dengan meratapi kondisi tanpa menemukan jalan keluar atas permasalahan tidak akan membawa kemana-mana alias diam di tempat. Kreativitas harus digali dengan peka terhadap fenomena sosial-ekonomi yang terjadi. Besarnya transaksi jual beli di pasar online mengindikasikan peluang yang terbuka lebar untuk memulai usaha yang tengah diminati atau dibutuhkan. Petakan produk, analisis tren pasar, dan bidik konsumen secara tepat. Dalam kondisi yang darurat seperti sekarang ini, gunakan cara yang paling efektif dengan pengorbanan yang paling minimal. Singkirkan dulu idealisme pribadi dan mulai dari menawarkan barang atau jasa yang paling dibutuhkan masyarakat.

Laporan Analisis Big Data di Tengah Masa Adaptasi Kebiasaan Baru oleh BPS menyebutkan  produk yang mengalami peningkatan penjualan di e-commerce pada masa pandemi ini diantaranya produk-produk paket data, kesehatan, makanan dan minuman, obat-obatan dan perawatan tubuh. Sementara produk-produk yang mengalami penurunan penjualan didominasi oleh produk-produk yang bukan merupakan kebutuhan pokok. Berlandaskan data ini, di antara produk yang dapat menjadi opsi berjualan online adalah masker dan atau barang-barang yang berkaitan dengan kesehatan, kebersihan, dan pencegahan penularan virus (hand sanitizer, desinfektan, vitamin, jamu, dsb). Masih bersumber dari laporan BPS, masker kain merupakan produk yang paling laku dijual di toko online yang tergabung di market place pada semester I tahun 2020. Di samping itu, penjualan produk makanan olahan dan makanan siap saji juga mengalami peningkatan pesat di masa pandemi. Keahlian memasak di dapur dapat dialihkan menjadi profit yang menggiurkan. Tentu produk makanan rumahan dianggap lebih higienis sehingga dapat menarik pangsa pasarnya sendiri. Pelaku usaha dapat menawarkan melalui platform sosial media atau market place dengan sistem pre-order misalnya, sehingga masakan dibuat berdasarkan banyaknya orderan yang masuk. Cara marketing ini cukup efektif dengan biaya minimal bahkan tanpa biaya.

b.      Manfaatkan stimulus ekonomi yang dikucurkan pemerintah

Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp695,2 Triliun untuk pembiayaan di bidang kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), korporasi, serta sektoral dan pemerintah daerah dalam rangka percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19. Melalui Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang telah diratifikasi menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020, pemerintah juga mendorong stimulus fiskal dan moneter sebagai kebijakan dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan. Berbagai insentif diberikan untuk mendukung para pelaku usaha baik UMKM maupun korporasi termasuk para pekerjanya. Insentif-insentif ini merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai wujud extraordinary effort in extraordinary condition (usaha luar biasa dalam kondisi yang luar biasa).

Beberapa insentif yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM antara lain sebagai berikut:

1)        Penjaminan Kredit Modal Kerja Baru untuk UMKM

Pemerintah akan menjamin kredit modal kerja UMKM untuk debitur dengan plafon kredit maksimum hingga Rp10 Miliar, di mana yang dijamin adalah kewajiban finansialnya yaitu tunggakan pokok dan/atau bunga pinjaman.

2)        Subsidi Bunga untuk UMKM

Pemerintah memberikan beberapa tarif subsidi bunga pinjaman (antara 2% s.d. 6%) dalam periode tertentu untuk rentang pinjaman tertentu yang disalurkan melalui bank dan lembaga pembiayaan serta lembaga penyalur kredit program pemerintah.

3)        Insentif Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP)

UMKM diberikan diskon pajak atau cuti bayar PPh final UMKM PP No 23 tahun 2018 (tarif 0,5%) dari omzet per bulan untuk masa pajak April 2020 s.d. Desember 2020.

            Para pelaku usaha mikro dan ultramikro yang tidak memiliki akses pembiayaan ke bank (unbankable) pun tidak luput dari perhatian pemerintah. Terdapat Bantuan Presiden (Banpres) produktif untuk tambahan modal kerja yang dananya akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Nilainya sebesar Rp 2,4 juta per pelaku usaha mikro atau 600 ribu per bulan selama 4 bulan.      

            Stimulus ekonomi khususnya bagi pelaku UMKM ini merupakan dukungan pemerintah bagi UMKM baru untuk maju dan UMKM lama tetap survive dalam menghadapi masa pandemi saat ini. Banyak kanal yang dapat diakses untuk memperoleh informasi lebih detail terkait insentif ini dan insentif lainnya bagi berbagai sektor. Oleh karena itu tidak ada lagi alasan untuk menunda menciptakan peluang produktif untuk meraih keuntungan meskipun situasi ekonomi tengah sulit. Dengan turut serta menggerakkan ekonomi masyarakat sama dengan berupaya melepaskan Indonesia dari krisis.

2.      Meski Situasi Wabah, Karya Tetap Menggugah

Pembatasan interaksi dan ruang gerak fisik bukan berarti memenjarakan ruang kreativitas dan imajinasi seseorang. Aktualisasi diri tetap dapat dilakukan meski hanya dari rumah. Internet dan teknologi informasi telah berhasil mengaburkan sekat-sekat dan jarak. Itulah mengapa kini bekerja dan berkarya dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Ya, pandemi ini secara disadari atau tidak telah mengubah pola pikir, kebiasaan (habit), dan perasaan kita.  Menurut Dorothy (2009) dalam Journal of Adolescent Health, setiap orang memiliki kegiatan masing-masing yang dihabiskan untuk mengisi waktu luang. Kegiatan tersebut dapat diisi untuk menghibur, mengekspresikan diri, atau melepas kepenatan dari rutinitas agar lebih produktif. Mengisi waktu luang dengan hobi atau kegiatan yang disukai dapat memberikan dampak positif dan dapat meningkatkan kreativitas, skill, serta daya imajinatif.

a.      Manfaatkan sosial media untuk menebar kemanfaatan

Manfaatkan sosial media untuk aktivitas daring yang bermanfaat dan menghasilkan karya yang produktif dan positif untuk disebarluaskan. Gunakan secara bijak sebagai sarana aktualisasi diri, pengembangan diri, dan perluasan relasi. Jangan mudah termakan isu hoaks apalagi ikut serta menyebarkannya. Jangan pula dibanjiri dengan ujaran kebencian dan tindakan tercela yang tidak sesuai norma sosial kemasyarakatan, apalagi isu sensitif yang berpotensi memecah belah dan mengadu domba antarpihak. Jangan hanya digunakan untuk sarana mengkritik bahkan mencemooh alias ‘nyinyir’ tanpa memberikan masukan yang membangun untuk melakukan aksi yang berarti.

Sebaliknya, ketika negara tengah diterpa badai ujian yang pelik, saatnya untuk bersatu menggunakan sarana yang ada untuk berbuat sesuatu.  Salah satu contoh baik adalah gerakan penggalangan dana untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) yang dibuat oleh seorang selebritis Instagram (selebgram) Rachel Venya yang berhasil mengumpulkan dana milyaran hanya dengan mengajak para pengikutnya menyumbang melalui platform kitabisa.com. Uang yang terkumpul digunakan untuk membeli APD  serta disalurkan ke Palang Merah Indonesia (PMI) dan berbagai rumah sakit yang membutuhkan. Tentu, tidak perlu menjadi influencer dahulu untuk menebar manfaat. Sebagai makhluk yang dibekali akal, karya, dan karsa, kita dapat menciptakan kreasi yang menggugah orang lain untuk ikut bergerak. Bisa saja dengan aksi sederhana seperti membuat konten tentang kampanye reminder penerapan protokol kesehatan dan diunggah ke sosial media. Setidaknya apabila ada satu orang yang membaca atau menonton karya kita, dia akan terinspirasi untuk membagikannya kepada orang lain, demikian seterusnya.

b.      Act to help (Aksi untuk membantu sesama)

Seorang pemuda di Yogyakarta bernama Arief Wijanarko menggalang gerakan ‘Sejangkauan Tangan’ dengan membeli sayur mayur dari petani lokal untuk dibagikan ke masyarakat di kampungnya, Kutuwates RT 09 RW 10 Yogyakarta. Donasi sayuran dipilih karena kandungan vitamin dan gizinya yang disinyalir mampu menjaga kesehatan di masa pandemi. Sayuran dibungkus kecil-kecil dalam plastik bening lalu digantungkan di pagar. Masyarakat yang membutuhkan dapat mengambilnya secara cuma-cuma. Aksinya viral dan mendapat banyak pujian dari masyarakat. Dari gerakan ini, dia telah membantu dua pihak sekaligus yaitu petani dan ibu-ibu di kampungnya yang ekonominya terdampak karena wabah Covid-19.

            Tidak harus memiliki kekuatan super untuk menjadi pahlawan, cukup dengan memaksimalkan kemampuan diri yang dipunya ditambah dengan keteguhan dan keikhlasan. Landasi aksi dengan niat untuk kemanusiaan. Tidak harus muluk-muluk, misalnya memiliki kemampuan menjahit, gunakan skill untuk membuat masker dan dibagikan kepada mereka yang belum mengenakan atau membutuhkan. Pilihan lain adalah bantu perekonomian dengan membeli produk-produk dalam negeri dan produk karya pelaku UMKM. Jika hal tersebut terasa masih berat, cukup dengan tinggal di rumah, hindari kerumunan, dan selalu terapkan protokol kesehatan adalah wujud bela negara paling baik saat ini. Ikut kampanyekan gerakan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dimulai dari lingkar terkecil yaitu keluarga. Jika terpaksa harus keluar, jangan lupa kenakan masker dengan benar sebab dengan demikian dapat melindungi diri dan juga orang lain.

c.       Disiplin diri aktualisasikan flexible working & studying space

Pandemi yang datang tanpa tanda-tanda dan peringatan sebelumnya ini memaksa seluruh umat manusia untuk mengubah pola kerja dan interaksi antarmanusia.  Seperti misalnya aktivitas yang awalnya menuntut tatap muka langsung dengan khalayak, berpindah melalui ruang maya. Kerja yang awalnya hanya bisa dilakukan di kubikel kantor, kini dapat dilakukan dari rumah atau mana saja. Sekolah pun dilaksanakan dengan metode pengajaran jarak jauh dengan menggunakan aplikasi belajar daring. Kendati demikian, esensinya tetap sama, hanya tempatnya saja yang berbeda. Oleh karenanya produktivitas dalam bekerja dan berkarya tentu dilarang kendor.

Bagi pekerja yang terikat waktu, disiplin diri dan manajemen waktu menjadi kunci untuk menciptakan atmosfer yang kondusif dalam melaksanakan tugas. Jadwal harian dan agenda dibuat dengan presisi dan sistematis, diikat dengan komitmen untuk melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Target harian ditetapkan, diikuti dengan realisasi hasil yang dilaporkan secara realtime melalui aplikasi tertentu.  Hal ini akan memudahkan monitoring atasan dan tracing atas hasil pekerjaan. Misalnya bersiap bekerja di jam kantor dengan seragam rapi seolah memang benar-benar sedang bekerja di kantor walaupun faktanya di rumah. Jaga konsentrasi dan fokus  dalam bekerja agar tidak mudah terdistraksi dengan problem pada umumnya di rumah. Berikan pengertian kepada keluarga bahwa Work From Home (WFH) sama dengan bekerja biasa hanya di lokasi yang tidak biasa. Sudut kerja khusus dapat dibuat untuk membuat suasana kerja menjadi lebih efektif dan efisien. Gunakan ponsel dengan bijak karena ponsel dapat berimplikasi pada dua hal yaitu distraksi ataupun sumber informasi, mengingat di saat ini diskusi berpindah melalui gawai. Hal serupa juga berlaku bagi para pelajar dan mahasiswa. Manajemen waktu dengan baik untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan tugas serta untuk mengulang pelajaran.

d.      Lakukan aktivitas produktif dari rumah

Lamanya durasi berdiam diri di rumah ditambah dengan paparan berita yang berlebihan dimungkinkan dapat mengganggu kesehatan mental seseorang. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sebuah ‘pelarian’ produktif sebagai bentuk pengalihan fokus dan mengurangi dampak yang tidak diinginkan seperti anxiety dan insecurity. Aktualisasi diri juga penting untuk mengurangi efek psikosomatis yang bisa saja muncul pada fisik seseorang diakibatkan terlalu banyak menyerap informasi yang bersifat negatif. Manfaat lain adalah meningkatkan rasa gembira sehingga berpengaruh positif terhadap kualitas kesehatan dan imunitas.

Aktivitas produktif dapat beraneka ragam seperti berolahraga misalnya. Di masa pandemi ini, olahraga di luar ruangan kini tengah naik daun tidak saja di Indonesia, juga di berbagai negara di dunia. Selain membuat badan sehat dan bugar, bersepeda atau gowes juga berfungsi sebagai sarana berekreasi. Penting untuk diingat agar tetap terapkan protokol kesehatan serta keamanan dalam bersepeda supaya manfaat yang didapat bukan justru mudarat. Kendati demikian, olahraga yang paling efektif dan aman adalah berolahraga di rumah saja, misalkan senam aerobik atau yoga yang tidak membutuhkan interaksi dengan orang lain. Selain berolahraga, aktivitas fisik yang tidak kalah bermanfaat adalah berkebun atau memasak. Selain menyegarkan pikiran, kegiatan ini juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi. Produk pertanian atau masakan rumahan dapat dijual untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Berdagang atau berjualan secara online juga dapat menjadi solusi di tengah seretnya situasi ekonomi saat ini. Tingginya tingkat pengangguran atau menurunnya tingkat pendapatan dapat disiasati dengan membuka peluang usaha. Waktu yang mayoritas dihabiskan di rumah juga dapat dimanfaatkan untuk mendekor ulang tata ruang dan desain interior rumah agar merasa lebih betah. Lakukan hobi yang disukai di sela-sela melakukan pekerjaan juga dapat menjadi opsi. Hobi tersebut tentu hobi yang dapat dilakukan dari rumah seperti bermain musik, membaca, menulis opini atau blog, melukis, bermain dengan hewan peliharaan, dsb. Bahkan menonton drama atau series di platform hiburan pun dapat menjadi hiburan sekaligus ruang belajar, misalnya karena kita mempelajari bahasa dan budaya yang ditampilkan.

3.      Maksimalkan Potensi, Ikuti Kelas Pengembangan Diri

            Jangan lewatkan kesempatan berupa waktu luang untuk mengikuti kelas-kelas virtual yang banyak tersebar secara gratis di internet. Bahwa tidak ada ilmu yang sia-sia, dengan menyerap ilmu pengembangan diri, hasilnya dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas seseorang baik soft skill maupun hard skill. Webinar yang diadakan secara daring yang sebelumnya masih jarang ditemui, kini begitu mudah diikuti. Kelas-kelas daring yang sangat diminati dan dapat menjadi inspirasi misalnya kelas membuat konten, communication skill, parenting, bahasa asing, videografi, fotografi, edukasi finansial bagi milenial, edukasi kesehatan, melukis, memasak, menulis, hingga kelas merajut. Banyak kanal yang dapat diakses tanpa dipungut biaya. Jangan sampai masa pandemi ini terlewati tanpa arti dan tanpa isi saat berhasil lulus nanti.

4.      Realisasikan Sasaran, Lakukan Pekerjaan yang Tertunda

Dalam kondisi normal, banyak dari kita terpaksa harus melewatkan suatu rencana atau pekerjaan dikarenakan tidak sempatnya waktu. Hal ini terutama untuk pekerjaan dan rencana yang tidak ada tenggat waktu atau deadline-nya. Akibatnya ide-ide brilian yang mestinya sudah meledak sebagai karya, terpaksa harus mandeg dan tenggelam begitu saja. Oleh karenanya, manfaatkan ilmu yang didapat dari kelas pengembangan diri untuk memaksimalkan potensi dan menyelesaikan karya yang belum usai. Manakala pandemi berakhir, to-do-list yang telah kita buat pun dapat terselesaikan dengan baik.

            Sebuah pesan Presiden Joko Widodo sebagai penutup tulisan ini, “Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Momentum krisis ini harus kita manfaatkan menjadi kebangkitan baru dan membuat lompatan baru melalui reformasi fundamental.” Kita dapat memberikan kontribusi bagi negeri dari berbagai lini. Mari lampaui masa krisis ini dengan aksi dan kolaborasi.




Karya ini merupakan Juara I Kompetisi Menulis Opini Tema Tetap Aktif dan Produktif di Masa Pandemi yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 54 Tahun Inspektorat Jenderal.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN