Akuntan Sigap Beradaptasi untuk Indonesia Emas 2045

oleh Ichsan Atmaja, diterbitkan pada 2020-10-20 09:51:11
Liputan Khusus Galeri Liputan Utama Berita Utama





Jakarta, 20 Oktober 2020 - “Tidak cukup hanya merespon, kita harus mampu mengantisipasi perubahan,” tegas Irjen Sumiyati dalam keynote speech yang disampaikan dalam acara Konferensi Regional Akuntansi (KRA) yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur secara daring pagi ini.


Indonesia mencanangkan visi tahun 2045, untuk menjadi 5 (lima) besar kekuatan ekonomi dunia. Dalam Visi Indonesia Emas 2045, diharapkan Indonesia menjadi negara maju dengan ekonomi berkelanjutan, tingkat kemiskinan mendekati nol persen, dan tenaga kerja yang berkualitas. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, Indonesia harus mengasah senjata dan mengatur strategi untuk mencapai target ini.


Dengan mempertimbangkan tantangan dan potensi yang dimiliki, Indonesia perlu mempersiapkan berbagai strategi yang tepat terutama terkait empat pilar pembangunan. Keempat pilar tersebut adalah pembangunan SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.


Lebih lanjut, diperlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat demi terwujudnya visi ini, tak terkecuali akuntan. Akuntan memiliki peran yang sangat krusial dan strategis, terutama dalam menjaga tata kelola dan akuntabilitas baik di sektor publik maupun swasta.


Dalam menjalankan perannya, akuntan perlu responsif dalam menghadapi perubahan dan tantangan, seperti transformasi teknologi informasi dunia yang memasuki era industri 4.0 yang begitu pesat.  Seperti kalimat yang ditegaskan Irjen Sumiyati di atas, akuntan tidak bisa hanya berpegang pada basis konvensional karena tentunya akan tertinggal. Sehingga, akuntan tidak bisa memberi nilai tambah bagi institusi di masa persaingan yang begitu ketat. Akuntan profesional harus terus mencari terobosan yang inovatif dan aplikatif. “Jangan menjadi akuntan yang biasa-biasa saja,” ujar Irjen Sumiyati.


Kolaborasi dengan berbagai sektor untuk menangkap peluang dan menjawab tantangan perlu terus didorong. Timbulnya inovasi dapat dipercepat dengan adanya sinergi yang apik. Terlebih dengan adanya pandemi, transformasi harus dilakukan secara cepat. Akuntan harus mampu mengimbangi kecepatan perubahan ini demi mendukung dunia usaha dan program pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional.


Sekiranya, dasar bagi seluruh pekerjaan adalah integritas. Penegakannya tidak boleh secara formalitas pekerjaan semata. Namun, dilakukan secara bersungguh-sungguh demi bangsa yang lebih bersih. Dalam hal ini, Irjen Sumiyati memberikan dorongan lebih pada kawula muda yang menjadi peserta dalam acara ini. Generasi muda kini adalah calon pemimpin masa depan. Untuk menjadi harta yang memberi nilai tambah bagi bangsa, tidak hanya kualitas pendidikannya yang harus dijaga, penanaman integritas sedari dini juga harus menjadi prioritas.

  



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN