Melihat Lebih Dekat Implementasi Program PEN di Lapangan

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-11-18 12:07:55
Liputan Utama Berita Utama Liputan Khusus




Jakarta, 17 November 2020 - Pandemi belum berakhir, dan Inspektorat Jenderal Kemenkeu terus memonitoring secara ketat pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tidak bekerja sendiri, Itjen Kemenkeu juga menggandeng para APIP, SPI dan APH untuk mengawal Program PEN. Dalam kesempatan siang ini, Itjen Kemenkeu menyelenggarakan rapat koordinasi Pelaksanaan dan Penyerapan Anggaran Program PEN dengan POLRI.

Geliat ekonomi mulai kembali di kuartal ketiga. Momentum yang baik ini harus dimanfaatkan dengan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengakselarasi pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah tersebut adalah percepatan penyerapan anggaran Program PEN. Irjen Sumiyati dalam sambutannya, mengingatkan kembali agar jajaran pemerintah dapat bekerja cepat dan reponsif, namun tetap mempertahankan akuntabilitas dan tata kelola yang baik.

Pengawalan Program PEN harus mengedepankan sense of crisis. Perlu diingat bahwa pengawasan tidak bisa dilakukan seperti biasa, harus ada penyesuaian. Pengawalan yang dilakukan atas program PC-PEN pun juga harus fleksibel dan tidak memperlambat atau menambah beban dari mitra pengawasan. “Kehadiran kita adalah untuk memberikan solusi,” tegas Irjen Sumiyati.

Pengawalan harus menyentuh langsung kondisi di lapangan. Dalam hal ini, POLRI tentu mengetahui lebih banyak karena terjun langsung ke lapangan melihat implementasi kebijakan di masyarakat. Lewat rapat koordinasi kali ini, Irjen Sumiyati mengharapkan masukan-masukan maupun informasi dari POLRI terkait kondisi nyata di lapangan. Masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan, agar penyelenggaraan program PEN dapat semakin efektif dan tepat sasaran.

Membuka pembahasan siang ini, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa menyampaikan paparan progress penyerapan anggaran Program PEN. Hingga saat ini, penyerapan anggaran PEN telah mencapai 55,5% dan menunjukkan tren percepatan penyeraan yang positif. Peningkatan terbaik tampak di sektor kesehatan, terutama pada belanja penanganan Covid-19, serta sektor perlindungan sosial. Hasil survei beberapa lembaga juga menunjukkan bantuan yang diterima masyarakat sudah semakin tepat sasaran.

Selanjutnya, Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim POLRI Brigjen Polisi Djoko Poerwanto, menguraikan peran Satgas PEN POLRI dalam monitoring Program PEN. Salah satu terobosan Satgas PEN POLRI adalah peluncuran aplikasi Satgas PEN POLRI. Djoko menyatakan bahwa POLRI akan menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan Program PEN.

Dalam rapat kali ini, perwakilan dari berbagai POLDA di penjuru Indonesia juga menyampaikan kondisi implementasi Program PEN di daerah masing-masing. Irjen Sumiyati mengapresiasi pertukaran informas ini, dan mendorong untuk mengambil pelajaran dari satu sama lain. Sumiyati berharap kedepannya pertukaran informasi dapat ditingkatkan secara terstruktur.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN