Jaga Integritas! Cegah Korupsi!

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-12-14 11:14:49
Berita Utama Galeri Liputan Utama



 

Jakarta, 12 Desember 2020 - Dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang bersih, pencegahan dan penindakan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terus menjadi perhatian dari waktu ke waktu. Penting untuk memahami permasalahan tersebut. Khususnya, bagi para mahasiswa PKN STAN yang harus paham sejak dini masalah integritas, korupsi dan pencucian uang. Sebagai calon pengelola keuangan negara hal tersebut menjadi modal dasar untuk meniti karir dimanapun ditempatkan. “Nilai-nilai tersebut harus tersemai dan dirawat, jangan pernah diabaikan atau ditinggalkan”, tegas Sumiyati.

Demikian disampaikan oleh Irjen Kemenkeu Sumiyati dalam keynote speech mengawali Webinar Integrity Day Festival yang diadakan PKN STAN secara virtual pada Sabtu (12/12) pagi. Webinar tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingakti Hari Anti Korupsi Sedunia dengan mengambil topik “Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan Negara”. Webinar diikuti oleh para mahasiswa PKN STAN dan masyarakat umum.

Korupsi sudah lama menjadi masalah yang menggerogoti negara. Korupsi membawa dampak masif di berbagai aspek. Misal, terhambatnya penyediaan layanan kepada masyarakat, meningkatnya kemiskinan dan kesenjangan sosial yang tentunya sangat merugikan masyarakat. Menurut Sumiyati, sebagai warga negara yang paling utama adalah harus bisa mengupayakan pencegahan korupsi. Lebih lanjut, juga harus bisa membatu membongkar praktik tindak pidana korupsi.

Korupsi merupakan tindak pidana asal TPPU. Hasil korupsi yang biasanya bernilai besar tidak digunakan secara terang-terangan karena dapat menimbulkan kecurigaan. Oleh karna itu, biasanya dilakukan pencucian terhadap hasil korupsi agar terlihat seolah-olah aliran dana hasil korupsi yang masuk berasal dari kegiatan yang legal. TPPU meningkatkan instabilitas sistem keuangan, menciptakan distorsi ekonomi dan menyulitkan otoritas moneter dalam mengendalikan uang beredar. Sehingga, sudah semestinya korupsi dan pencucian uang harus dicegah dan diberantas bersama-sama.



Pencegahan korupsi dan TPPU dapat dimulai dengan sosialisasi atau webinar untuk menanamkan kesadaran antikorupsi. Kemudian dengan melakukan perbaikan sistem, agar celah yang digunakan untuk korupsi dapat ditutup. Untuk jangka panjang, dapat dilakukan dengan membangun budaya antikorupsi. Selain itu, diperlukan pula sinergi dari masyarakat, lembaga keuangan, lembaga pengawas dan aparat penegak hukum.

Di Kemenkeu, penanaman dan penguatan nilai-nilai integritas terus dilakukan baik di kantor pusat maupun di kantor vertikal melalui three lines of defense sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Kemenkeu juga bekerja sama dengan PPATK dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini TPPU melalui informasi gaya hidup, investasi, kepemilikan harta, dan informasi lainnya yang tidak sesuai dengan profil ASN.

Dalam acara ini, hadir pula Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dan Deputi Bidang Pencegahan PPATK Muhammad Sigit yang saling berbagi pengalaman dalam upaya pencegahan korupsi dan TPPU. Bangkit Cahyono selaku Widyaiswara Pusdiklat Pajak sekaligus Dosen PKN STAN berperan sebagai moderator memandu acara webinar. Di akhir, Sumiyati berpesan bahwa jujur saja tidak cukup, namun harus terus dirawat, ditumbuhkan dan dijaga. “Integritas tidak untuk diperjualbelikan. Jangan kalian pasang harga! Selalu berdoa supaya kita selalu berada di jalan yang dikehendaki Tuhan”, pungkasnya.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN