Memantik Semangat Ibu Para Obor Penerang Bangsa

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-12-25 01:39:02
Tanpa Kategori Berita Utama Liputan Khusus




Jakarta, 22 Desember 2020 - Peringatan Hari Ibu sesungguhnya merupakan penghargaan untuk seluruh perempuan di Indonesia atas peran dan kontribusinya bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Hari Ibu di Indonesia lahir dari perjuangan kaum perempuan untuk terlibat dalam upaya kemerdekaan bangsa dan upaya para perempuan untuk mendapatkan perlindungan dan mencapai kesetaraan. Tahun ini, meski pandemi masih berlangsung, tidak menyurutkan niat Kementerian Keuangan untuk mengapresisasi jasa para Ibu melalui acara Dialog dari Hati ke Hati Menteri Keuangan dengan para Ibu Pejuang Ekonomi. Acara ini diadakan pada Selasa (22/12) siang dan disiarkan secara daring agar dapat diakses terbuka oleh masyarakat.

Momen Hari Ibu merupakan saat yang tepat untuk kembali mengingat betapa besarnya peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Peran ini tentunya harus didukung dengan upaya perlindungan, kesetaraan, dan pemberian kesempatan yang sama bagi perempuan untuk dapat maju dan berkontribusi dalam pembangunan.

Di Kementerian Keuangan, upaya untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi para perempuan mengembangkan potensi dalam dirinya terus dilakukan. Dalam kesempatan baik ini, Inspektur Jenderal Sumiyati turut menegaskan bahwa Kementerian Keuangan terus melakukan berbagai macam upaya untuk mendukung peran perempuan.

Upaya tersebut diantaranya diwujudkan dalam program internalisasi nilai pengarusutamaan gender kepada pegawai laki-laki dan perempuan, pembangunan sarana dan prasarana untuk memfasilitasi kebutuhan para perempuan agar dapat bekerja dengan optimal, dan berbagai kebijakan lainnya untuk mendukung kesetaraan gender di Kementerian Keuangan.

Pada momen peringatan Hari Ibu Kemenkeu ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengundang tiga wanita hebat pejuang ekonomi. Pertama, Agung Widyastuti yang merupakan Direktur Yayasan Kalimajari dan Pembina Koperasi Kertasamaniya Jembrana Bali. Ia telah berupaya membangun desa devisa untuk produk ekspor kakao dan memberikan dampak sosial ekonomi pada masyarakat Jembrana. Wanita hebat selanjutnya adalah Maya yang merupakan produsen celemek dari Semarang yang mampu bertahan di masa pandemi. Wanita terakhir yang diundang adalah Aprilia Ekayanti Suwandiningrum yang merupakan manajer bisnis dan pengembangan modal KUD Mintorogo. Ketiganya bergabung untuk berbagi pengalaman dan inspirasi untuk sukses membina bisnis, memberdayakan masyarakat, hingga sukses mengekspor produk ke luar negeri.

Sri Mulyani berpesan kepada seluruh ibu hebat di Indonesia untuk terus menjadi inspirasi dalam perjuangan merawat kehidupan. “Saya benar-benar ingin para ibu ini dapat menjadi obor penerang, menjadi tali pengikat, dan menjadi mesin yang terus menyala di dalam menggerakkan seluruh niat baik, ekonomi, dan dalam menjaga kehidupan kita berbangsa,” pungkasnya.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN