Berkawan dengan Perkembangan Teknologi

oleh Elzami Haqie, diterbitkan pada 2020-12-25 01:43:24
Berita Utama Liputan Khusus Tanpa Kategori


Jakarta, 23 Desember 2020 - Seiring dengan pandemi yang masih melanda, perkembangan teknologi juga terus melaju di era digital ini. Kedua kondisi menantang ini harus mampu dihadapi siapapun, termasuk oleh APIP dalam merencanakan strategi pengawasan kedepan. Hal inilah yang melatarbelakangi AAIPI untuk mengangkat tema “Optimalisasi Emerging Technologies untuk Menguatkan Peran APIP di masa Tatanan Normal Baru” dalam Rapat Kerja Nasional AAIPI Tahun 2020 yang diselenggarakan pagi ini.

Era digital telah mendorong instansi pemerintah untuk terus melakukan inovasi dengan mengoptimalkan TIK dalam pelaksanaan tugasnya. Inspektur Jenderal Sumiyati dalam pidato laporan penyelenggaraan acara pagi ini menegaskan bahwa untuk menjalankan tatanan normal baru di era pandemi, pemanfaatan TIK secara efektif menjadi keharusan bagi instansi pemerintah untuk tetap relevan. Bukti sederhananya, pemanfaatan teknologi penyiaran untuk menyiasati keterbatasan mobilitas saat ini justru dapat mengumpulkan ribuan APIP untuk berpartisipasi dalam Rakernas AAIPI.

Saat ini pemerintah juga mulai menerapkan Flexible Working Space (FWS) bagi ASN. FWS ini mendorong perubahan cara kerja pengawasan intern APIP agar dapat dilaksanakan secara remote atau jarak jauh, dengan memanfaatkan emerging technologies. Sebagai contoh penggunaan teknik audit modern seperti Continuous Auditing / Continuous Monitoring (CA/CM) dan Data Analytic. Sumiyati juga mengingatkan bahwa komunikasi penting untuk koordinasi dan sinergi pengawasan antar APIP serta dengan BPK dan APH melalui teleconference. Momentum pandemi Covid-19 telah menggiring kita ke sistem kerja baru, yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya bisa semasif ini.

Dalam membangun kredibilitas pemerintah di mata masyarakat tentu sangat sulit, namun dapat sangat mudah hancur dalam sekejap. Oleh karena itu risiko ini harus dikelola, tata kelola harus dijaga, dan disinilah peran penting APIP dibutuhkan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Perlu diingat bahwa pandemi sebagai game changer telah mengekskalasi segala risiko, sehingga pemerintah dituntut memberikan respon cepat dengan fleksibilitas. Namun di saat yang bersamaan fleksibilitas dapat berbenturan dengan compliance. Inilah tantangan lebih besar yang harus dihadapi APIP dalam menjaga tata kelola di masa tatanan normal baru.

Dalam menghadapi pandemi, APBN telah mengalami rekonstruksi besar-besaran. Tak terhitung program yang diluncurkan dalam waktu singkat untuk melindungi masyarakat dan perekonomian. “APIP harus keep up with the change,” tegas Sri Mulyani. Segala perubahan ini tentunya memunculkan cara kerja baru. Sri Mulyani berharap adanya Rakernas ini dapat membantu para auditor memetakan landscape tata kelola dan risiko. APIP harus mampu mengawal pemerintah menyelesaikan PR besarnya untuk menangani Covid-19 secara efektif, membantu masyarakat secara tepat, dan memulihkan ekonomi secara cepat. APIP harus membuktikan bahwa perubahan cara kerja baru tidak mempengaruhi kinerja pemerintah.

APIP Bukan Robot. Robot tidak bisa melakukan critical thinking maupun judgement selayaknya manusia, karena peran ini tidak dapat digantikan. Maka dari itu, APIP harus senantiasa beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Sri Mulyani berpesan agar APIP terus mengasah critical thinking, judgement, kemampuan TIK, dan yang terpenting menjaga integritas untuk dapat bertahan menghadapi ombak yang kencang.

Sesi keynote speech terakhir diisi oleh Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh yang menekankan urgensi pentingnya APIP yang antisipatif dan adaptif. Pada dasarnya kondisi saat ini menuntut penguatan akuntabilitas menjadi perhatian dan prioritas semua pihak. Penguatan akuntabilitas sendiri harus melibatkan dan memerlukan kolaborasi antara manajemen dan APIP. APIP harus dapat meyakinkan manajemen bahwa rekomendasi yang diberikan krusial untuk ditindaklanjuti demi tercapainya tujuan. Terlebih di masa pandemi ini, seperti yang telah disebutkan di atas bahwa perubahan yang masif menuntut respon yang cepat.  Demikian pula APIP untuk dapat menjaga akuntabilitas harus bergerak cepat untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitasnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang dimoderatori oleh Inspektur VII Alexander Zulkarnain. Diskusi panel ini menghadirkan tiga panelis yatu, Direktur Pengawasan Akuntabilitas Keuangan Daerah BPKP Edi Mulia dengan materi Inisiatif pengembangan Continuous Auditing / Continuous Monitoring (CA/CM). Selanjutnya hadir pula Asisten Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PAN RB Perwita Sari dengan materi digitalisasi layanan pemerintah melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Panelis ketiga adalah Presiden IIA Indonesia Hari Setianto dengan materi Emerging Technologies for Internal Audit and remote auditing in the Pandemic Era.



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN