Arahan Presiden di Rakorwasin 2021

oleh Ichsan Atmaja, diterbitkan pada 2021-05-28 04:26:52
Galeri Berita Utama Menu Liputan Khusus Liputan Utama






Bogor, 27 Mei 2021 - Pandemi Covid-19 telah membawa guncangan yang masif terhadap perekonomian Indonesia dan membutuhkan biaya besar untuk menanganinya. Pada tahun 2020, Covid-19 telah menghilangkan nilai ekonomi nasional hingga sebesar Rp1.356 T. Untuk menahan dampak pandemi agar tidak semakin dalam, APBN telah bekerja keras untuk menangani dampak perekonomian Indonesia.

Berbagai macam upaya penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi telah digalakkan. Usaha ini membawa hasil hingga akhirnya pada tahun 2021, berbagai indikator perekonomian nasional terus mengalami perbaikan dan menunjukkan tren positif. Kerja keras APBN telah menunjukkan perkembangan positif dalam membawa optimisme dan momentum penanganan pandemi serta pemulihan ekonomi untuk negeri.

Oleh karena itu, momentum pemulihan ini perlu dijaga bersama oleh seluruh pihak, termasuk Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). APIP diharapkan dapat mengawal program-program prioritas pemerintah dan mengawal reformasi struktural untuk mendukung konsolidasi fiskal dan keberlanjutan fiskal Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah (Rakornaswasin) 2021 yang diselenggarakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Istana Kepresidenan Bogor pagi ini, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa APIP perlu melakukan pengawasan dari hulu ke hilir.

 

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan bahwa masyarakat menantikan manfaat dari program-program yang dijalankan pemerintah. Oleh karena itu, Presiden menuntut APIP agar bekerja secara akuntabel, efektif, dan efisien.

“Mengikuti prosedur itu penting, akan tetapi yang jauh lebih penting adalah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.“ ungkap Joko Widodo.

Kementerian Keuangan melalui Inspektur Jenderal Sumiyati juga berharap bahwa APIP tidak hanya memberikan masukan di level teknis, namun lebih strategis untuk merumuskan perbaikan program yang diperlukan. Momentum pemulihan ini perlu terus dikawal dan dijaga bersama agar prediksi pertumbuhan ekonomi yang semakin baik dapat terealisasi di kuartal kedua tahun 2021 ini.

“Pastikan setiap rupiah uang yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.” jelas Sumiyati.

 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN